Perang dengan AS Kemungkinan Berlanjut, Iran Siap Hadapi Segala Kemungkinan

Sedang Trending 3 bulan yang lalu

TEHERAN – Seorang pejabat militer senior Iran memperingatkan bahwa pertempuran baru dengan Amerika Serikat (AS) "kemungkinan besar" bakal terjadi. Peringatan tersebut disampaikan oleh Mohammad Jafar Asadi setelah Presiden AS Donald Trump menolak proposal Teheran.

Draf proposal tersebut disampaikan kepada AS melalui mediator Pakistan pada Kamis (30/4/2026) malam, menurut laporan media pemerintah, tanpa menjelaskan lebih lanjut poin-poin nan diajukan. Pada Sabtu (2/5/2026), Iran kembali mengusulkan 14 proposal untuk mengakhiri perang, nan saat ini tengah dipelajari oleh Washington.

Mengutip instansi buletin Fars, Asadi, seorang tokoh senior di komando pusat militer Iran, mengatakan bahwa "konflik baru antara Iran dan Amerika Serikat kemungkinan bakal terjadi." Ia menekankan ketidakpastian terhadap gencatan senjata dengan menyatakan, "Bukti telah menunjukkan bahwa Amerika Serikat tidak berkomitmen pada janji alias perjanjian apa pun."

Trump sebelumnya mengatakan bahwa dia "tidak puas" dengan proposal Iran. "Saat ini saya tidak puas dengan apa nan mereka tawarkan," kata Presiden AS tersebut. Konflik nan dimulai setelah AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu, telah ditangguhkan sejak 8 April setelah gencatan senjata sementara diumumkan.

Asadi kembali mempertegas ketidakpastian mengenai gencatan senjata nan rentan itu. Ia menilai AS mempunyai rekam jejak nan jelek dalam mematuhi kesepakatan internasional.

Pada Sabtu, Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan pemerintah Teheran menyatakan bahwa pihaknya siap menghadapi berlanjutnya perang dengan AS, meski tetap mengedepankan diplomasi untuk mengakhiri konflik.

“Iran siap menempuh kedua jalur tersebut untuk memastikan kepentingan dan keamanan nasionalnya. Dalam perihal apa pun, Iran bakal selalu mempertahankan pesimisme dan ketidakpercayaannya terhadap Amerika serta kejujurannya dalam jalur diplomasi,” kata Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, sebagaimana dilansir Al Jazeera.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi mengenai perincian rancangan proposal baru nan dikirim oleh Iran, seorang pejabat senior Iran nan dikutip oleh instansi buletin Reuters mengungkapkan bahwa proposal tersebut mengusulkan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com