Airlangga Hartarto.(MI/Naufal Zuhdi)
PEMERINTAH Indonesia menyatakan tetap mengambil sikap konservatif dalam merespons perubahan nilai minyak mentah dunia, meskipun ketegangan geopolitik di Timur Tengah antara Iran dengan Israel dan Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan tanda-tanda mereda.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa pemerintah terus memantau pergerakan nilai minyak nan saat ini berada di kisaran US$83 per barel. Meski tren menunjukkan penurunan, pemerintah tidak mau terburu-buru melonggarkan kewaspadaan sebelum adanya kepastian norma internasional nan mengikat.
"Ya pertama tentu kita monitor lantaran nilai minyaknya kan turun lagi ke sekitar US$83 per barel, tetapi kan semua ini baru selesai sesudah (perjanjian damai) ditandatangani. Jadi sebelum ditandatangani kita tetap konservatif,” ujar Airlangga saat ditemui di Wisma Danantara, Jakarta, Senin (15/6).
Stimulus untuk Kelas Menengah ke Bawah
Sebagai langkah antisipasi terhadap akibat kenaikan nilai bahan bakar minyak (BBM) nan sempat terjadi sebelumnya, Airlangga mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mematangkan pemberian stimulus. Fokus utama support ini adalah golongan masyarakat kelas menengah ke bawah, khususnya nan berada pada kategori desil 4 ke bawah.
Airlangga memastikan bahwa pemerintah tetap mempertahankan subsidi dan kesiapan jenis BBM tertentu untuk menjaga daya beli masyarakat. "Ya pertama kan BBM nan kita pertahankan kan Pertalite dan B50. Terus kemudian stimulusnya kita siapkan nan untuk kelas menengah ke bawah, desil 4 ke bawah. Nah ini sedang dimatangkan," imbuhnya.
Bantuan Nontunai Disiapkan
Selain subsidi BBM, pemerintah juga berencana menyalurkan support tambahan berupa Bantuan Langsung Tunai (BLT). Namun, Airlangga memberikan catatan krusial bahwa support kali ini tidak bakal diberikan dalam corak duit tunai (cash).
Skema support nontunai ini dirancang unik untuk menyasar masyarakat lapisan terbawah guna memastikan pemanfaatan support nan lebih tepat sasaran dan efektif dalam menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah dinamika ekonomi global.
Catatan Redaksi: Pemerintah saat ini tetap mematangkan rincian teknis penyaluran stimulus non-tunai tersebut agar dapat segera diimplementasikan bagi masyarakat nan terdampak perubahan nilai daya global. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·