Penyemaian Dry Ice di Palembang Terkendala Kabut Asap

Sedang Trending 57 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, mengecek kesiapan penyemaian es kering alias dry ice melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk membantu mengurai kabut asap pekat akibat kebakaran rimba dan lahan (karhutla), di Lanud Sri Mulyono Herlambang, di tengah kabut asap nan kembali mengepung Kota Palembang hari ini, Rabu (22/10).

Pekat kabut asap membikin jarak pandang di sejumlah titik di Palembang kembali menurun.

"Pagi ini agak unik ya saya dengan pak danrem datang di baseops pangkalan udara ini untuk menyikapi kabut nan pagi ini meningkat sangat signifikan, ya setelah tiga hari sebelumnya merasakan terurainya asap ini," ujar Herman sebagaimana dikutip dari akun Instagram @pemprov_sumateraselatan, Kamis (22/10).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di lokasi, sudah tersedia 4,7 ton dry ice support dari pemerintah pusat. Namun, pesawat belum bisa terbang untuk menabur dry ice lantaran terkendala kabut asap tebal nan memengaruhi jarak pandang.

"Kita mau ini segera (ditangani), tapi terhalang dengan visibility lantaran ada patokan dalam penerbangan itu jarak pandang tertentu baru bisa terbang," imbuhya.

Herman menjelaskan ada perbedaan kondisi asap dibanding hari sebelumnya. Berdasarkan info dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kabut tebal pagi ini tidak hanya berasal dari partikel asap karhutla, melainkan bercampur dengan uap air akibat kelembapan tinggi.

Selesai dari Lanud, Herman langsung memimpin rapat penanganan karhutla berbareng Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sumatera Selatan di Ruang VIP Bandara SMB II Palembang.

Rapat tersebut dihadiri Danrem 044/Garuda Dempo Brigjen TNI Khabib Mahfud, Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Rony Samtana, Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, dan pejabat mengenai lainnya untuk membahas langkah penanganan lanjutan.

Adapun berasas info Sipongi Kementerian Kehutanan per 22 Oktober 2026 pukul 05.00 WIB, tetap terdeteksi 1.832 hotspot atau titik api di Sumatera Selatan. Terbanyak berada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) dengan 1.007 titik, nan didominasi lahan gambut.

(ryn)

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional
↑