Sementara itu, Direktur Narkoba Bareskrim Polri nan berkawan disapa Brigjen Krist mengatakan, penduduk negaraTaiwan dengan inisial YCY (43) nan diamankan saat joint operation penangkapan Kapal MT Global 168 sekarang telah ditetapkan sebagai tersangka.
"YCY nan berkedudukan sebagai manajer kapal disebut Brigjen Krist sebagai pengendali penyelundupan 1.16 ton ketamin HCL menggunakan kapal MT Global 168. Sementara tujuh awak kapal nan turut diamankan saat ini tetap berstatus sebagai saksi," kata dia.
Krist menceritakan, ketamin selundupan disembunyikan tersangka di ruang pompa (pump room). Menurut dia, total sebanyak 1.160 bungkusan Ketamin HCL dengan berat masing-masing satu kilogram itu ditemukan dari kapal tersebut.
Krist menyebut, ribuan bungkusan ketamin HCL itu disamarkan dengan langkah disimpan ke dalam 58 karung bewarna hijau nan selanjutnya ditempatkan di ruang pompa.
"58 karung berwarna hijau tersebut berisikan 1.160 balut ukuran 1 Kg nan disimpan di pump room. Setelah dilakukan identifikasi dan pengetesan larators terhadap 1.160 balut tersebut menunjukkan hasil positif mengandung ketamin HCL," papar Krist.
Dia lampau menyampaikan, WNA Taiwan selaku manajer kapal nan ditetapkan sebagai tersangka bakal dijerat Pasal 435 UU No 17 Tahun 2023 Tentang Kesehatan Jo Lampiran 1 No 181 UU No 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana dengan ancaman pidana penjara paling lama 12 tahun alias denda paling banyak kategori VI (dua miliar rupiah).
"Saat ini tujuh awak kapal MT Global 168 tetap berstatus saksi dan interogator tindak pidana narkoba Bareskrim Polri tetap melakukan pendalaman," ucap Krist.
Di sisi lain, Krist membeberkan kronologi keberhasilan penggagalan penyelundupan ketamin HCL bermulai dari info mengenai Kapal MT Global 168 nan diduga membawa narkoba alias obat-obatan keras secara ilegal.
Dia mengatakan, dugaan menguat setelah pemantauan sistem identifikasi otomatis alias AIS memperlihatkan pergerakan mencurigakan kapal tanker tersebut.
"Mendapat info itu, Satgas Joint Operation mulai melakukan pemantauan pergerakan Kapal MT Global 168 Pada tanggal 14 Oktober tersebut, Kapal MT Global 168 terpantau melintasi Selat Malaka, sejajar dengan perairan Taiping, Malaysia," terang Krist.
Keesokan harinya, lanjut dia, Kapal MT Global 168 terdeteksi mengalami penurunan kecepatan di perairan sebelah barat Geroge Town, Pulau Penang Malaysia.
"Kapal ini terpantau mengarah Selat Malaka bagian utara. Sekitar pukul 18.57 WIB, Kapal MT Global 168 terpantau tiba di perairan lepas Pantai Utara Aceh," ucap Krist.
Lalu, sambung dia, pada Jumat 18 Oktober 2026, Kapal MT Global 168 terpantau berada di perairan Lepas Pantai Palian, Thailand. Kapal melakukan manuver dengan penurunan kecepatan kapal.
"Sekitar pukul 20.27 WIB, kapal terpantau mengubah arah menuju selatan dari area labuh jangkar dan selanjutnya melakukan lego jangkar. Pada hari Minggu, tanggal 18 Oktober 2026, sinyal AIS Kapal MT Global 168 memperbarui parameter letak di area labuh jangkar dengan pengaruh pergerakan jangkar alias arus laut," terang Krist.
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·