Niko Prayoga
, Jurnalis-Minggu, 07 Juni 2026 |07:05 WIB

Sarung tangan plastik. (Foto: Freepik)
PENYEBAB sarung tangan plastik sebaiknya tidak dipakai untuk makanan panas dan berminyak menarik diulas. Sebab kini, memakai sarung tangan plastik saat menyantap hidangan menggunakan tangan tengah tren.
Jika pernah melakukannya, sebaiknya Anda hati-hati. Akan lebih baik jika tetap cuci tangan saja sebelum makan.

1. Waspada Penggunaan Sarung Tangan Plastik saat Makan
Influencer sekaligus Praktisi Bisnis Lingkungan, Saprian alias berkawan disapa Bang Sap dalam unggahan video di akun IG pribadinya dengan mengatakan bahwa sarung tangan plastik nan biasa digunakan untuk makan berasal dari bahan Polietilen (PE). Bahan itu masuk ke HDPE (High-Density Polyethylene) dan LDPE (Low-Density Polyethylene).
Bahan tersebut mempunyai sifat beranjak nan sigap jika terkena panas dan berminyak dari makanan. Dengan begitu, besar kemungkinan kandungan senyawa kimia dari plastik tersebut beranjak ke makanan nan dikonsumsi.
“Sarung tangan plastik nan sering dipakai untuk makan biasanya berbahan politilen alias PE termasuk HDPE dan LDPE. Jika bahan ini kontak langsung dengan makanan nan panas dan berminyak, senyawa kimia dari bahan plastik lebih mudah beranjak ke makanan,” kata Bang Sap, dikutip Minggu (7/6/2026).
Hal itu dikarenakan senyawa adiktif plastik nan berkarakter lipofilik alias mudah terserap dengan minyak dan lemak dibandingkan air. Akhirnya, saat kandungan dari plastik tersebut beranjak ke makanan dan dikonsumsi oleh manusia, maka kandungan itu juga sudah tentu bakal masuk ke dalam tubuh manusia.
“Nah, masalahnya kita malah sering pakai sarung tangan plastik untuk menu-menu makanan nan kayak gitu,” ucap dia.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·