Penyebab Cedera ACL Lebih Berisiko pada Perempuan, Berikut Cara Mencegahnya!

Sedang Trending 2 hari yang lalu
Penyebab Cedera ACL Lebih Berisiko pada Perempuan, Berikut Cara Mencegahnya! Cedera ACL pada perempuan.(Dok. Magnific)

Gerakan nan salah saat beraktivitas alias berlari dapat menyebabkan cedera serius pada lutut, salah satunya adalah cedera Ligamen Krusiat Anterior (ACL). Berdasarkan info medis, cedera ini rupanya jauh lebih rentan dialami oleh wanita dibandingkan laki-laki.

Cedera ACL merupakan kerusakan alias robekan pada ligamen lutut anterior, ialah jaringan nan menghubungkan tulang paha bagian bawah dengan tulang kering. Gejala umum kondisi ini meliputi bunyi letupan dari lutut, pembengkakan hebat, serta rasa nyeri nan luar biasa saat penderita mencoba berdiri alias berjalan.

Laporan Sports Medicine mengungkapkan bahwa wanita menghadapi tingkat akibat cedera ACL dua hingga delapan kali lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Risiko ini sangat menonjol pada atlet remaja wanita nan aktif dalam olahraga dengan intensitas tinggi seperti sepak bola, bola basket, senam, dan lacrosse.

Tingginya akibat pada wanita dipengaruhi oleh aspek nan tidak dapat dimodifikasi dan aspek nan dapat dimodifikasi. Salah satu aspek utama adalah kondisi anatomi lutut. Secara umum, wanita mempunyai ukuran penampang ACL nan lebih mini dan lekukan interkondilaris nan lebih sempit, nan secara langsung meningkatkan kerentanan terhadap robekan ligamen.

Selain itu, wanita mempunyai perspektif kuadrisep alias Q-angle nan lebih besar. Kondisi anatomi ini dapat meningkatkan style valgus pada lutut. Ditambah dengan rasio massa otot kuadrisep terhadap hamstring nan lebih tinggi, penggunaan kuadrisep saat mendarat alias mengubah arah memberikan beban nan jauh lebih besar pada ACL perempuan.

Faktor hormonal juga memegang peranan penting. Perubahan kadar estrogen selama siklus menstruasi diketahui dapat memengaruhi elastisitas ligamen, sehingga pada periode tertentu, ligamen menjadi lebih kendur dan rentan mengalami cedera saat menerima beban mendadak.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia