ilustrasi(Kementan)
Arahan Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman untuk menjaga kesiapan jagung bagi peternak terus ditindaklanjuti secara intensif. Hingga Minggu (23/8), realisasi penyaluran jagung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) telah menyentuh nomor 127,43 ribu ton nan didistribusikan kepada peternak di beragam wilayah Indonesia.
Berdasarkan laporan terbaru dari Perum Bulog per Senin (24/8), program SPHP Jagung ini telah menjangkau peternak di 28 provinsi. Distribusi tersebut melibatkan 100 koperasi serta asosiasi, dan telah diakses secara langsung oleh 5.543 peternak nan memerlukan pasokan pakan terjangkau.
Langkah masif ini merupakan tindak lanjut nyata setelah Mentan Amran menyerap aspirasi peternak dalam Rapat Koordinasi Perunggasan di Balai Besar Veteriner Farma (BBVF) Pusvetma, Surabaya. Dalam forum tersebut, para peternak mengeluhkan tingginya tekanan biaya produksi akibat sulitnya mendapatkan bahan baku pakan dengan nilai kompetitif.
“Menambah dan memperpanjang SPHP. Nah itu Bulog, tanggung jawab saya, Bulog, perpanjang sepanjang-panjangnya. Selama peternak butuh, kasih, titik, mudah, jangan ada basa-basi. SPHP Bulog kita lanjutkan sampai akhir tahun,” tegas Amran dalam siaran pers nan diterima, Rabu (26/8).
Keseimbangan Hulu dan Hilir
Amran menekankan pentingnya pemerintah dalam menjaga keseimbangan ekosistem pangan, ialah melindungi petani sebagai produsen sekaligus mendukung peternak sebagai pengguna bahan baku. Kebijakan ini dijalankan melalui dua strategi utama:
- Sisi Hulu: Pemerintah melindungi petani melalui Harga Pembelian Pemerintah (HPP). Untuk jagung pipilan kering dengan kadar air 18-20% di tingkat petani, HPP ditetapkan sebesar Rp5.500 per kilogram.
- Sisi Hilir: Pemerintah memberikan subsidi nilai melalui SPHP Jagung Pakan. Peternak dapat menebus jagung seharga Rp5.000 per kilogram di penyimpanan Bulog, alias maksimal Rp5.500 per kilogram hingga di tingkat peternak.
Melalui skema ini, petani mendapatkan kepastian penyerapan hasil panen dengan nilai layak, sementara peternak mendapatkan akses pakan murah untuk menekan biaya operasional upaya mereka.
Pengawalan Tepat Sasaran
Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan memastikan bakal terus mengawal info penerima dan kondisi penyaluran di lapangan. Direktur Pakan Kementan, Tri Melasari, menyatakan bahwa pengawasan ketat diperlukan agar intervensi pemerintah tetap terukur.
“Yang kami jaga bukan hanya kesiapan jagung pakan, tetapi gimana pasokan sampai kepada peternak nan memerlukan dengan nilai terjangkau, tanpa mengabaikan keseimbangan nilai di tingkat petani,” ujar Tri Melasari di Jakarta, Selasa (25/8).
Data operasional Bulog menunjukkan total pagu SPHP Jagung mencapai 213,20 ribu ton. Dengan realisasi 127,43 ribu ton, saat ini tersisa pagu sekitar 85,77 ribu ton. Guna memperkuat dukungan, Bapanas telah mengusulkan tambahan kuota sebesar 150 ribu ton SPHP Jagung Pakan kepada Kementerian Koordinator Bidang Pangan untuk dibahas lebih lanjut dalam Rapat Koordinasi Terbatas (Rakortas).
English (US) ·
Indonesian (ID) ·