Penyaluran Biodiesel Tembus 3,9 Juta KL Hingga Pertengahan April 2026

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Lembang, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan realisasi penyaluran biodiesel hingga April 2026 ini mencapai 3,9 juta kilo liter (KL). Angka tersebut terhitung mencapai 25% dari alokasi biodiesel nan ditetapkan untuk tahun ini sebesar 15,65 juta KL.

Sejak Januari-April 2026, penerapan biodiesel di Indonesia tetap pada porsi 40% (B40) nan dicampurkan pada bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Diproyeksikan, alokasi biodiesel bakal disesuaikan hingga akhir tahun seiring sasaran peningkatan penerapan menjadi B50 pada Juli 2026 mendatang

Direktur Bioenergi Direktorat Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Edi Wibowo menjelaskan bahwa realisasi tersebut didasarkan pada serapan biodiesel di beragam sektor pengguna selama empat bulan pertama tahun ini.

"Jadi realisasi penyaluran sampai 13 April itu 3,9 juta KL alias nyaris 25% dari alokasi. Alokasinya 15,65 (juta KL)," ungkap Edi saat ditemui di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50, Lembang, Selasa (21/4/2026).

Kementerian ESDM memproyeksikan total alokasi bakal disesuaikan kembali dengan kapabilitas produksi dan kebutuhan domestik seiring dengan dinamika daya dunia serta menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri.

Di samping itu, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM Eniya Listiani Dewi menambahkan bahwa serapan biodiesel saat ini telah berkontribusi terhadap pengurangan penggunaan solar impor.

"Kan hitungannya 50%-nya. Sekarang itu serapan biodiesel kira-kira 25%. 25% sudah terserap. Nah kelak tinggal sisanya kita tetap hitung itu tadi," jawab Eniya saat ditanya potensi pengurangan impor solar, dalam kesempatan nan sama.

Eniya menegaskan bahwa pasokan bahan baku minyak sawit mentah (CPO) saat ini terpantau cukup untuk mendukung penerapan kebijakan daya bersih tersebut secara berkelanjutan.

"Karena selalu dipertimbangkan kemarin kan Mentan juga sudah mengumumkan bahwa ada pertambahan gitu jadi jika saya memandang volume itu terpantau. Pasokan tadi kan saya bilang kita sedang berbilang terus tapi cukup jika saya prediksi cukup FAME-nya cukup," pungkas Eniya.

Berdasarkan info Kementerian ESDM, penerapan program B50 nan ditargetkan mulai Juli 2026 tersebut diproyeksikan bisa menghemat devisa negara hingga Rp 157,28 triliun. Selain aspek ekonomi, kebijakan tersebut juga diharapkan dapat menambah lapangan kerja nasional dengan sasaran penyerapan lebih dari 2,2 juta orang tenaga kerja.

Dari sisi lingkungan, penggunaan B50 ditargetkan bisa menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 46,72 juta ton CO2 pada tahun 2026. Adapun, hingga pertengahan April 2026, realisasi penyaluran biodiesel nasional sendiri telah mencapai 3,90 juta kilo liter alias sekitar 24,9% dari total alokasi awal tahun sebesar 15,65 juta kilo liter.

Secara teknis, spesifikasi B50 ditingkatkan untuk menjaga performa mesin, diantaranya dengan menekan kadar air menjadi maksimal 300 ppm dan monogliserida maksimal 0,47% massa. Stabilitas oksidasi juga diperkuat menjadi minimal 900 menit untuk menjamin kualitas bahan bakar tetap prima selama masa penyimpanan dan pengedaran di beragam wilayah.

Pemerintah menargetkan seluruh rangkaian uji coba di sektor otomotif rampung pada Juni 2026, sementara sektor strategis lainnya seperti perangkat berat dan perkeretaapian bakal selesai berjenjang hingga akhir tahun. Dengan hasil uji sementara nan menunjukkan performa andal dan aman, B50 siap memperkuat kemandirian daya nasional.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News