Penyalur ART Erin Buka Suara soal Dilaporkan Balik ke Polisi

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Asisten Rumah Tangga (ART) mantan istri Andre Taulany, Herawati, mendatangi Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/5/2026). Foto: Vincentius Mario/kumparan

Nia Damanik, pemilik yayasan penyalur ART yang menaungi Herawati, memberikan penjelasan mengenai langkah norma Erin nan melaporkannya kembali atas dugaan penyebaran buletin bohong alias pencemaran nama baik.

Nia menanggapi laporan tersebut dengan tenang dan menyatakan bahwa hanya jalankan tanggung jawab untuk melindungi pekerjanya nan mengadu telah dianiaya.

Nia menjelaskan, kehadirannya di rumah Erin pada malam kejadian adalah atas dasar laporan darurat dari Hera.

"Saya hanya waktu itu kan datang malam-malam sesuai laporan pekerja saya. Saya datang malam itu dengan niat baik-baik, iktikad baik-baik juga saya datang. Saya sebelum ke situ pun saya enggak bawa polisi," ujar Nia di Polres Metro Jakarta Selatan, Senin (4/5).

Usai dipolisikan ART, Erin buat laporan dugaan pencemaran nama baik. Foto: Dok. Istimewa

Penyalur ART Sayangkan Sikap Erin

Lebih lanjut, Nia mengungkap bahwa justru Erin nan pertama kali menyuruhnya membawa masalah ini ke jalur hukum.

"Yang menyuruh melapor ke Polsek juga Bu Erin gitu. Karena saya datang ke sana baik-baik saya mau menjemput pekerja saya, lampau dia menyuruh saya untuk diusir, dan saya kudu laporan ke Polsek," tegas Nia.

Nia menyayangkan sikap tersebut lantaran dia awalnya hanya mau menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.

Terkait tuduhan bahwa yayasannya bermasalah alias menyebarkan hoaks, Nia membantah tegas. Ia merasa langkahnya membawa Hera pulang adalah tindakan prosedural.

"Dengan begini dia mencemarkan nama baik upaya saya dong. Katanya yayasan saya bermasalah, bermasalah di mana? Sedangkan saya sudah datang baik-baik ke sana pun saya datang ikuti prosedur nan dia suruh," ucap Nia.

Nia juga menceritakan situasi saat dia membawa polisi ke letak untuk melakukan penjemputan. Di depan petugas, dia mendengar sendiri teriakan minta tolong dari Hera.

"Jadi dari malam itu di depan polisi juga dia (Hera) di sana itu teriak-teriak minta tolong bahwa dia dicekik, dicakar. Jadi kan kita enggak mungkin dong ninggalin dia di situ kan, terpaksa saya bawa pulang," tutur Nia.

Erin membikin laporan kepolisian mengenai pencemaran nama baik. Foto: Dok. Istimewa

Terkait kompensasi nan diklaim sudah dibayarkan Erin, Nia tegas membantahnya. Ia menjelaskan bahwa tidak ada duit kompensasi nan diterima mengenai kasus ini, melainkan hanya biaya manajemen penyaluran di awal.

"Tidak ada, tidak ada. Itu bukan kompensasi, itu bayar ke saya administrasi. Makanya saya datang malam itu, tetapi dia tidak ada iktikad baik sampai hari ini," tambah Nia.

"Kalau terjadi apa-apa saya dong nan salah. Terus apa dong tanggung jawab saya sebagai penyalur jika saya tidak membawa dia pulang," tutup Nia.

Perselisihan antara Erin dan ART-nya menjadi sorotan publik setelah Herawati melaporkan dugaan penganiayaan bentuk nan diduga terjadi pada 28 April lalu, ke Polres Metro Jakarta Selatan.

Tak lama setelah itu, Erin melaporkan kembali atas kasus dugaan pencemaran nama baik dan tuduhan ke Polres Metro Jakarta Selatan. Dua laporan ini tetap terus bergulir dan didalami oleh kepolisian.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan