Penumpang Terakhir Kapal Pesiar MV Hondius Dievakuasi, Kasus Hantavirus Terus Bertambah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Penumpang Terakhir Kapal Pesiar MV Hondius Dievakuasi, Kasus Hantavirus Terus Bertambah Evakuasi penumpang kapal pesiar MV Hondius berhujung setelah pandemi Hantavirus merenggut tiga nyawa. Kasus baru terdeteksi di AS, Prancis, dan Spanyol.(BBC)

OPERASI pemindahan penumpang dari kapal pesiar MV Hondius resmi berhujung pada Senin waktu setempat setelah kapal tersebut dihantam pandemi Hantavirus nan mematikan. Bersamaan dengan keberangkatan kapal menuju Belanda, otoritas kesehatan mengonfirmasi adanya tiga kasus positif baru nan mengenai dengan lonjakan pandemi ini.

Enam penumpang terakhir, terdiri dari empat penduduk Australia, satu penduduk Inggris, dan satu penduduk Selandia Baru, telah turun dari kapal di Tenerife, Spanyol. Hingga saat ini, total tujuh kasus Hantavirus telah dikonfirmasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), dengan dua kasus tambahan nan tetap berstatus suspek.

Korban Jiwa dan Sebaran Kasus Global

Sejauh ini, tiga penumpang dilaporkan tewas setelah melakukan perjalanan dengan kapal tersebut. Korban pertama adalah seorang laki-laki lansia asal Belanda nan meninggal pada 11 April. Istrinya kemudian meninggal di Johannesburg, Afrika Selatan, disusul oleh seorang wanita asal Jerman nan tewas di atas kapal pada 2 Mei lalu.

Otoritas medis sekarang tengah memantau sebaran kasus di beragam negara:

  • Spanyol: Seorang penduduk nan dikarantina di Madrid dinyatakan positif secara provisioris.
  • Prancis: Menteri Kesehatan Stéphanie Rist melaporkan seorang pasien wanita dalam kondisi memburuk di Paris.
  • Amerika Serikat: Dua penduduk AS nan dievakuasi menunjukkan gejala, di mana satu orang telah terkonfirmasi positif.
  • Inggris: Dua penduduk negara Inggris sekarang menjalani perawatan intensif di Belanda dan Afrika Selatan.

Masa Karantina dan Kontroversi Prosedur

Ketegangan sempat muncul mengenai prosedur penanganan wabah. Kepala WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, memperingatkan keputusan Amerika Serikat untuk tidak sepenuhnya mengikuti pedoman isolasi 42 hari nan disarankan WHO dapat menimbulkan risiko.

Namun, Dr. Jay Bhattacharya dari CDC AS menegaskan masyarakat tidak perlu panik. Ia menyatakan penularan antarmanusia untuk virus ini tergolong jarang dan tidak boleh disamakan dengan penanganan pandemi Covid-19.

Hantavirus umumnya dibawa hewan pengerat. Namun, untuk galur Andes nan diduga menjangkiti penumpang di Amerika Selatan ini, penularan antarmanusia memang dimungkinkan. Gejalanya meliputi demam, kelelahan ekstrem, nyeri otot, hingga sesak napas.

Kondisi Terkini di Atas Kapal

Pihak operator, Oceanwide Expeditions, menyatakan saat ini tersisa 27 orang di atas kapal, termasuk 25 kru dan dua staf medis, nan bakal mengawal perjalanan kapal menuju Belanda.

Kapten kapal, Jan Dobrogowski, menyampaikan pesan emosional melalui video singkat. "Pikiran kru kami tertuju pada mereka nan sekarang tidak lagi berbareng kita. Beberapa minggu terakhir ini sangat menantang bagi kami semua," ujarnya sembari memuji kedisiplinan para penumpang selama masa krisis.

Kapal MV Hondius awalnya membawa 147 penumpang dan kru dari 23 negara sejak berangkat dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April lalu. Kini, lebih dari 90 penumpang telah sukses dipulangkan ke negara masing-masing untuk menjalani pengawasan medis ketat. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia