PT Citilink Indonesia mengatakan penumpang nan agenda penerbangannya terdampak sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau bisa mengusulkan perubahan agenda (reschedule) alias pengembalian biaya (refund).
Corporate Secretary & CSR Group Head Citilink, Tashia Scholz, mengatakan perihal ini bertindak bagi penumpang nan terdampak penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta (CGK), Bandara Halim Perdanakusuma (HLP), Bandara Husein Sastranegara (BDO) dan Bandar Udara Radin Inten II (TKG).
"Bagi penumpang nan penerbangannya terdampak, Citilink menyediakan opsi perubahan agenda penerbangan (reschedule) tanpa dikenakan biaya tambahan dan opsi pengembalian biaya (refund) sesuai dengan ketentuan nan berlaku," katanya dalam keterangan resmi, Minggu (6/9).
Citilink, kata Tashia, mengimbau kepada seluruh penumpang nan penerbangannya terdampak untuk memantau status penerbangan melalui media sosial resmi Citilink, maupun menghubungi Contact Center di nomor 0804 1 080808, alias melalui fitur live chat Linka melalui WA 0811 1011 0808.
Anak perusahaan Garuda Indonesia itu juga bakal terus berkoordinasi dengan otoritas penerbangan dan pihak mengenai lainnya untuk memantau perkembangan kondisi sebaran abu vulkanik. Informasi mengenai kelanjutan operasional penerbangan bakal disampaikan secara berkala sesuai perkembangan situasi.
"Citilink menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nan dialami penumpang. Kami mengapresiasi pengertian dan kerja sama seluruh penumpang selama situasi ini. Hal ini kami lakukan untuk memastikan keselamatan dan keamanan perjalanan," tandas Tashia.
Sebelumnya, Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali memperpanjang penghentian sementara operasional penerbangan hingga pukul 17.30 WIB pada Minggu (6/9). Keputusan ini dilakukan seiring meningkatnya aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
48 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·