Pentolan Geng Motor Australia Ditangkap di Jet Pribadi Saat Akan Tinggalkan Bali

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Denpasar -

Seorang buronan interpol asal Australia ditangkap saat hendak meninggalkan Bali menggunakan jet pribadi. DIa kedapatan menggunakan identitas tiruan untuk mengelabui petugas imigrasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi buronan maupun pelaku kejahatan lintas negara untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat pelarian," kata Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, dalam siaran pers, dilansir detikBali, Kamis (11/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Petugas Kantor Imigrasi Kelas I Ngurah Rai awalnya memeriksa penumpang pesawat private CAPA Jet nomor penerbangan N917CJ di Terminal Selatan Bandara Ngurah Rai, pada Sabtu (6/6/2026) sekitar pukul 22.00 Wita. Jet pribadi itu rencanya terbang rute Denpasar-Maputo, Mozambik.

CAPA Jet rencananya tebang dengan membawa tiga awak dan empat penumpang penduduk negara asing, ialah ARR asal Portugal, GAM dan FMJ asal Brasil, serta GS asal Italia.

Saat pemeriksaan berlangsung, petugas menemukan GAM tidak mempunyai info perlintasan masuk maupun izin tinggal sah di Indonesia. Temuan itu membikin petugas menunda keberangkatan pesawat tersebut untuk pemeriksaan.

Namun, sebelum pendalaman dilakukan, seluruh penumpang masuk secara diam-diam ke dalam pesawat dan bersiap terbang. Imigrasi kemudian berkoordinasi dengan otoritas airport untuk menghentikan penerbangan tersebut. Pesawat nan sudah bergerak menuju landasan pacu akhirnya diperintahkan kembali ke Terminal VIP.

Saat dilakukan penyisiran, petugas menemukan GAM berlindung di dalam toilet pesawat. Sementara tiga penumpang lainnya berada di kabin.

Pemeriksaan lanjutan mengungkap paspor Brasil nan digunakan GAM rupanya palsu. Identitas original laki-laki berumur 55 tahun itu diketahui sebagai AP, penduduk negara Australia kelahiran Whyalla.

Hasil penelusuran sistem keimigrasian menunjukkan AP masuk dalam daftar buronan Interpol dengan tingkat kecocokan identitas mencapai 100%. Berdasarkan info dari National Central Bureau (NCB) Canberra, AP diduga terlibat dalam tindak pidana lintas negara dan tengah dicari abdi negara penegak norma internasional.

Dalam arsip Interpol, AP disebut sebagai salah satu pentolan dalam jaringan kejahatan terorganisasi lintas negara alias Transnational Serious Organised Crime (TSOC), sekaligus personil senior golongan geng motor di Australia.

Baca selengkapnya di sini

(idh/idh)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News