Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun

Penjualan Mobil Listrik Bekas Meroket, Unit Baru Malah Turun (Ilustrasi/Freepik)

JAKARTA - Penjualan mobil listrik jejak melonjak di tengah menurunnya permintaan bakal mobil listrik baru. Kondisi ini terjadi di pasar Amerika Serikat (AS). 

1. Penjualan Mobil Baru Turun

Data menunjukkan penjualan mobil listrik baru mencapai nyaris 69 ribu unit pada Februari 2026. Angka tersebut turun 27 persen dibandingkan tahun lalu. Total tersebut tetap menandai peningkatan 5,8 persen dibandingkan Januari dan berkontribusi sekitar 5,8 persen dari semua penjualan kendaraan baru.

"Namun, ada sisi positifnya, ialah orang-orang nan membeli EV bayar lebih murah lantaran nilai ditekan secara menyeluruh," kata Cox Automotive, melansir Carscoops, Minggu (22/3/2026).

Harga rata-rata EV baru sekitar USD55.300 alias sekitar Rp937 juta. Harga tersebut sedikit turun dari tahun lampau dan mempersempit selisih nilai dengan mobil bensin ke titik terendah sepanjang masa. Insentif berkedudukan besar di sini, sekarang mencakup lebih dari 14 persen dari nilai transaksi rata-rata.

Rata-rata, insentif naik menjadi sekitar USD7.870 (sekitar Rp133 juta) per kendaraan. Ini menjadi pertanda produsen mobil sangat berjuntai pada potongan nilai untuk menjaga minat pembeli.

2. Penjualan Mobil Bekas Naik

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com