Jakarta, CNN Indonesia --
Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono angkat bicara mengenai polemik anggaran sepatu Sekolah Rakyat sebesar Rp27 miliar nan belakangan disorot publik lantaran diduga menyentuh nilai Rp700 ribu per pasang.
Agus memastikan bahwa nominal itu bukanlah nilai beli, melainkan sekadar pemisah anggaran maksimal alias pagu.
Ia juga mengatakan bahwa sepatu senilai Rp700 ribu tersebut bukanlah sepatu harian biasa, melainkan sepatu Pakaian Dinas Lapangan (PDL) nan mempunyai standar kekuatan khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetapi kemudian di dalam pagu ya, rencana anggaran Kemensos untuk pengadaan sepatu ada nan nilainya Rp700 (ribu). Sepatu apakah itu? Yaitu sepatu PDL. nan tentunya spesifikasinya berbeda dengan sepatu harian. Karena di situ ada banyak komponen ya, ada banyak komponen nan tentunya berbeda dengan sepatu harian," ujar Agus dalam siaran CNN Indonesia TV, Kamis (7/5).
Agus menjelaskan nilai pagu tersebut tetap bakal disesuaikan dengan nilai riil di pasar pada saat proses pelelangan berjalan, dengan prinsip mencari nilai nan paling efisien tanpa mengorbankan kualitas.
"Itu pagunya, itu pagunya, bukan nilai riil. Jadi kelak kan ada proses kita melakukan orientasi, orientasi pasar, nilai saat ini berapa. Tentunya pada waktu lelang ya, PPK itu bakal memilih gitu loh, perusahaan-perusahaan alias vendor-vendor nan harganya paling murah tetapi tidak keluar dari spesifikasi," ujar Agus.
"Jadi ini belum realisasi, ini baru pagu, baru rencana anggaran gitu loh," sambungnya.
Terkait sepatu nan sehari-hari dipakai oleh siswa, Agus membeberkan harganya jauh lebih terjangkau dan masuk akal.
"Dan jenis sepatu nan ditampilkan itu, itu jika di Sekolah Rakyat namanya sepatu harian. nan dipakai oleh sehari-hari siswa Sekolah Rakyat. Memang harganya sepatu harian itu pun ya, di dalam proses pengadaan di Kemensos itu harganya sekitar 200, Rp200 ribu, gitu loh," tutupnya.
Lebih jauh, Agus merinci sejumlah komponen spesifikasi nan membikin pagu sepatu PDL tersebut dikalkulasikan lebih tinggi. Sepatu tersebut dirancang unik dengan memperhatikan tingkat kenyamanan, kekuatan material, kerapian, dan keseragaman.
"Karena memperhatikan kenyamanan, kekuatan bahan, kerapian model, keseragaman, termasuk kemudian dilakukan fitting," ujar Agus.
Meski tidak mewajibkan penggunaan bahan kulit sapi asli, daya tahan material menjadi syarat mutlak, ditambah adanya modifikasi unik berupa logo Sekolah Rakyat.
"Oh tidak, tidak, kita tidak spesifik kemudian kudu berbahan itu (kulit sapi asli). Intinya bahan ini kudu kuat ya, kudu standarisasinya seperti itu. Dan kemudian lantaran ini custom ya, kemudian kita juga di situ ada pencantuman logo Sekolah Rakyat," jelas Agus.
(kna/isn)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·