Menteri Sosial Saifullah Yusuf alias Gus Ipul menjelaskan penyebab terhambatnya pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Temanggung dan Wonosobo, Jawa Tengah.
Ia menegaskan bahwa pembangunan SR melibatkan beragam tahapan dan lintas kementerian, termasuk peran pemerintah wilayah dalam penyediaan lahan.
"Jadi sekali lagi saya ulang bahwa pembangunan Sekolah Rakyat itu dilakukan oleh kementerian pekerjaan umum, pengusulannya dari kami setelah berkoordinasi dengan pemerintah daerah. Di mana kita tahu lahannya disediakan oleh pemerintah wilayah ya, kemudian baru dilakukan asesmen oleh kementerian PU agar memenuhi semua syarat-syarat nan telah ditetapkan," ujar Gus Ipul saat ditemui di Kantor Bakom, Jakarta, Rabu (6/5).
Ia menjelaskan, terdapat sejumlah persyaratan teknis nan kudu dipenuhi sebelum pembangunan dimulai, mulai dari kajian akibat lingkungan hingga kondisi tanah.
"Jadi ada syarat-syaratnya itu, mulai dari Amdal, kontur tanah, banyak sekali gitu ya. Salah satunya jika sudah clear and clean tanahnya baru eh kementerian PU melakukan pembangunan," katanya.
Menurutnya, sejumlah letak telah dinyatakan layak dibangun setelah melalui proses verifikasi ketat oleh Kementerian Pekerjaan Umum, dengan pendampingan dari Kementerian Sosial.
"Nah tanah-tanah nan sudah clear and clean dengan satu apa ya penelitian nan ketat dan jeli oleh kementerian PU dan kami mendampingi, ditetapkanlah sejumlah titik nan memang betul-betul bisa dimulai pembangunannya," jelasnya.
Namun demikian, dia mengakui tetap terdapat hambatan di beberapa titik, terutama mengenai persoalan sosial di lapangan.
"Nah ada beberapa titik tadi disebut Wonosobo dan Temanggung, dari sisi tanah sudah clear and clean tetapi unik di Temanggung tanahnya tetap ada sedikit masalah dengan masyarakat setempat," ungkap Gus Ipul.
Ia menambahkan, belum tercapainya kesepakatan antara pemerintah wilayah dan penduduk setempat menjadi penyebab utama terhambatnya pembangunan di Temanggung.
"Ya dengan masyarakat setempat nan belum bisa ada titik jumpa dengan Pak Bupati sehingga pembangunannya tersendat sampai sekarang," ucap Gus Ipul.
Sementara itu, untuk wilayah Wonosobo, pembangunan sudah mulai melangkah meskipun tetap terdapat sebagian lahan nan bermasalah.
"Sementara Wonosobo itu bisa dibangun sebagian tapi sebagian lagi tetap bermasalah nan insyaAllah dalam beberapa waktu ke depan saya dapat info bisa diselesaikan," katanya.
Ia menegaskan bahwa proyek di Wonosobo tetap berjalan, berbeda dengan Temanggung nan hingga sekarang belum dapat dimulai sama sekali.
"Tetapi pembangunannya sudah mulai melangkah jika nan di Wonosobo. Tapi unik di Temanggung sama sekali belum bisa melangkah lantaran tetap ada persoalan dengan penduduk setempat," lanjutnya.
Gus Ipul berambisi pemerintah wilayah dapat segera menyelesaikan persoalan tersebut melalui perbincangan dengan masyarakat.
"Tentu ini kami bakal menunggu Pak Bupati gimana bisa musyawarah dengan baik dengan penduduk nan kebetulan eh berada di lahan nan telah dinyatakan clear and clean tersebut. Itu nan pertama," pungkasnya.
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·