Kepala Basarnas, Marsekal Madya (Marsdya) TNI Muhammad Syafii, memberi penjelasan mengenai proses pemindahan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL nan tidak langsung menarik lokomotif nan tertemper di Stasiun Bekasi Timur.
Syafii mengatakan, saat itu ada penumpang KRL nan tetap terjepit di gerbong wanita. Proses pemindahan mengedepankan keselamatan penumpang agar kondisinya tidak semakin parah.
"Dari seluruh korban tentunya dengan penanganan khusus, ada beberapa korban nan memang kudu kita lakukan tindakan secara terukur lantaran memerlukan penanganan khusus. Sehingga sempat dipertanyakan kenapa lokomotif tidak langsung ditarik berbarengan dengan gerbong," kata Syafii di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4).
Menurut Syafii, proses pemindahan menggunakan metode retraksi alias penarikan sehingga tidak menimbulkan pengaruh nan lebih jelek bagi korban.
"Sempat dipertanyakan lokomotif tak langsung ditarik. Pada saat itu ada lima korban tetap terjepit dan kami melaksanakan ekstrikasi sehingga korban bisa diselamatkan dalam kondisi tidak berakibat lebih berat," jelasnya.
Kabasarnas menegaskan operasi SAR telah selesai dilaksanakan dan tidak ada lagi korban nan terjebak.
Sebelumnya, PT Kereta Api Indonesia (KAI) memperbarui info korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Hingga Selasa (28/4) pukul 08.45 WIB, tercatat 14 orang meninggal bumi dan 84 lainnya mengalami luka-luka.
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·