Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Anindya Bakrie mengusulkan serangkaian relaksasi kebijakan kepada pemerintah untuk menjaga daya tahan bumi upaya di tengah tekanan dunia saat ini.
Hal tersebut disampaikan Anindya saat berjumpa dengan Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Luhut Binsar Pandjaitan hari ini, Kamis (30/4). Dalam pertemuan itu, Anindya mengibaratkan pelaku upaya sebagai ayam petelur nan tengah ketakutan imbas adanya perang di Timur Tengah.
“Kami mengatakan analoginya Pak ini jika pengusaha itu ayam, ayam petelur. Ini lagi stres, sejak perang lagi takut. Nah tapi caranya bagaimana? Mungkin usul kami ya pertama berikanlah ini napas dulu Pak,” kata Anindya dalam gelaran Rakornas Bidang Perdagangan Kadin Indonesia di Jakarta Selatan, Kamis (30/4).
Napas nan dimaksud adalah kebijakan relaksasi bagi bumi usaha, salah satu usulan utama adalah pelonggaran pembiayaan, seperti restrukturisasi kredit.
Selain itu, Kadin juga mengusulkan penangguhan sejumlah pungutan, mulai dari pajak bahan bakar minyak (BBM) hingga pajak ekspor.
“Misalnya relaksasi kredit, bayar kembang dulu tapi pokoknya bertahap, lampau penangguhan pajak BBM, juga penangguhan pajak ekspor,” imbuhnya.
Selain itu, Kadin juga mendorong adanya keringanan untuk daya industri seperti BBM dan liquefied natural gas (LNG).
“Lalu juga kita mau buka sumbatan, agar kita bisa istilahnya mulai sedikit ofensif. Nah saya tidak mengatakan ini langsung boleh. Tapi untuk BBM, LNG industri. Apakah ada keringanan untuk bisa ekspor agar bisa jalan produk ekspornya,” katanya.
“Lalu juga kepastian daripada RKAB misalnya. Untuk agar bisa terus ekspor memanfaatkan keadaan tentunya rupiah seperti ini,” tuturnya.
49 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·