Pengusaha Sound Horeg Sebut MUI Jatim 'Goblok', Ketua Fatwa: Kita Ajak Kebaikan

Sedang Trending 2 jam yang lalu
Ilustrasi Sound Horeg. Foto: Massooll/Shutterstock

Seorang pengusaha sound horeg viral setelah menyebut Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur dengan kata "goblok". Pernyataan itu disampaikannya dalam aktivitas talk show di salah satu stasiun TV.

Dalam cuplikan aktivitas tersebut, pengusaha sound horeg berjulukan Setyo Budi Sularso mengomentari fatwa haram nan dikeluarkan MUI Jawa Timur mengenai sound horeg. Setyo sempat diperingatkan pembawa aktivitas untuk mengganti diksi "goblok" saat aktivitas berlangsung.

Menanggapi perihal tersebut, Ketua Bidang Fatwa MUI Jawa Timur, Ma'ruf Khozin, menjelaskan bahwa terdapat dua pengusaha sound horeg nan datang dalam aktivitas tersebut, ialah David dan Setyo.

Ia mengatakan David telah beberapa kali berjumpa dengan jejeran MUI Jawa Timur. Keduanya juga telah sering berbincang mengenai polemik sound horeg.

"Jadi pertama, dari pengusaha sound horeg itu kan ada dua. nan satu Mas David nan lebih muda. Mas David itu terlibat sejak tahun kemarin pembahasan sound horeg. Jadi jika saya dengan Mas David sudah kenal individu, sudah sering ke instansi MUI diskusi," kata Ma'ruf kepada kumparan, Kamis (10/9).

"Kalau Mas David itu ya sopan lah ya, ketimuran juga. Bahkan Mas David kawan saya. 'Saya siap memperbaiki sound horeg nan dilarang itu apanya, dancer, siap.' Nah, dancer-nya dihindari. 'Nah, ini desibelnya.' Nah, Mas David ini mematuhi dan beberapa teman," lanjutnya.

Namun, kata Ma'ruf, pihaknya belum pernah berjumpa maupun berbincang dengan Setyo sebelumnya. Karena itu, dia tidak mempermasalahkan perkataan "goblok" nan dilontarkan Setyo.

"Adapun sound horeg nan lain nan tidak alim ya lantaran banyak ya. Nah, nan satunya Pak Budi. Pak Budi ini tidak pernah berjumpa. Ah, langsung ketemunya di studio. Belum apa-apa langsung ngomong 'goblok' ya. Kalau kita enggak ada masalah," ucapnya.

Ma'ruf kemudian mengibaratkan situasi tersebut seperti seorang master nan mengingatkan pasiennya untuk berakhir merokok.

"Kalau saya itu sama seperti master jantung. Dokter jantung menghadapi pasien perokok. Nah, jadi pasti master itu melarang. Nah, lantaran ini menyenggol kenyamanan perokok, dia bakal mencemooh, 'barang lezat kok dilarang.' Kan sering kita dengar. 'Dokter goblok'," ujarnya.

Selain itu, Ma'ruf mengatakan dirinya berupaya meneladani aliran Nabi Muhammad SAW dalam membujuk seseorang kepada kebaikan.

"Nah, jika hari ini kita dibilangin goblok, jika kita mau meneladani Nabi, Nabi itu bukan hanya dibilang goblok. Bahkan Nabi dibilang tukang sihir, tukang santet bahasa sekarang, terus dibilangin macam-macam. Itu memang risiko, akibat kita membujuk orang, kita membujuk baik, menurut mereka itu mengganggu, ya, mengganggu kenyamanan mereka. Jadi kita dituduh goblok, ya sembari lampau aja lah," kata dia.

MUI Disebut Punya Proses Seleksi Ketat

Ma'ruf juga menyampaikan bahwa jejeran MUI melalui proses seleksi nan ketat. Karena itu, menurutnya, MUI tidak perlu tersinggung dengan perkataan tersebut.

"Kemudian, saya sampaikan, di MUI itu rata-rata ustad lulusan pondok besar, Pondok Lirboyo, Pondok Ploso. Dan di Komisi Fatwa itu screening-nya ketat, dua kali screening. Dilihat latar belakang, dilihat kiprahnya, dilihat karya-karyanya. Ada beberapa ustad enggak masuk seleksi, enggak masuk screening," ujar dia.

"Kemudian ada nan S3, apalagi sudah pembimbing besar. Jadi jika dimaksud bodoh begitu ya gugur dengan sendirinya. Justru jika kita marah, kita tersinggung, berfaedah kita goblok. Jadi justru kita enggak marah itu menunjukkan kita enggak tersinggung. Ya, jadi ya mungkin beliau lantaran belum tahu banyak lah tentang MUI," imbuhnya.

Setyo Minta Maaf

Sementara itu, pengusaha sound horeg asal Karanganyar tersebut akhirnya menyampaikan permohonan maaf dan menyatakan penyesalannya setelah menyebut MUI Jawa Timur dengan kata "goblok".

Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung oleh Setyo Budi Sularso di kediaman Ketua MUI Kabupaten Karanganyar, KH Badarudin, pada Rabu malam (9/9).

"Saya sangat menyesal atas perkataan saya terhadap MUI Jawa Timur pada saat aktivitas di TV One. Saya memohon maaf kepada MUI Jawa Timur, MUI Jawa Tengah, MUI Pusat, dan MUI Kabupaten Karanganyar," ujar Setyo.

Ia menambahkan, "Saya menyesal atas perkataan nan saya sampaikan terhadap MUI Jawa Timur, saya tidak bakal mengulang perbuatan tersebut, dan saya bertaubat. Demikian pernyataan saya sampaikan dengan penuh rasa sadar dan tulus tanpa ada paksaan dari siapa pun," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan