Pengusaha mengingatkan pemerintah agar tetap serius membangun ketahanan daya melalui pengembangan daya alternatif.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Bob Azam, mengatakan momentum gejolak pasokan daya dunia kudu menjadi pengingat pentingnya membangun ketahanan daya jangka panjang melalui pengembangan biodiesel dan bioetanol.
"Kita pernah mengalami lonjakan nilai minyak sebelumnya. Saat itu sempat muncul beragam program daya alternatif, tetapi ketika nilai minyak turun, program-program tersebut berhenti. Kita tidak boleh terus seperti itu," kata Bob saat ditemui di Majalengka, Jawa Barat, Sabtu (27/6).
Dia kemudian mencontohkan Brasil nan konsisten mengembangkan daya pengganti sejak krisis minyak 1973. Kebijakan ini kemudian membikin Brasil menjadi negara nan mempunyai kemandirian daya nan kuat.
With demikian menurut dia, pengembangan daya pengganti semestinya tidak hanya dilakukan di saat kondisi krisis melanda. Pemerintah perlu mempunyai perspektif jangka panjang agar program substitusi daya dapat melangkah secara berkelanjutan.
Dia juga memandang pembukaan kembali Selat Hormuz tidak bakal memberikan akibat langsung kepada bumi usaha. Terlebih perang nan sempat terjadi merusak akomodasi produksi minyak di Timur Tengah nan memerlukan waktu untuk pemulihan.
Kesiapan B50
Terkait rencana penerapan biodiesel B50, Bob menilai aspek nan paling krusial bukan semata-mata harga, melainkan kepastian pasokan. Menurut dia, nilai nan kompetitif tidak bakal banyak membantu andaikan kesiapan bahan bakar tidak terjamin.
Selain biodiesel berbasis sawit, menurut Bob, Indonesia juga kudu serius mengembangkan bioetanol dari tebu, singkong, dan jagung. Potensinya sangat besar dan bisa menjadi sumber pendapatan baru bagi petani.
Dia memandang pengembangan biodiesel dan bioetanol secara beriringan bakal membikin Indonesia mempunyai dua pilar daya terbarukan nan kuat.
Dia juga memandang andaikan pemerintah mau memberikan support fiskal, subsidi sebaiknya diarahkan ke sektor hulu untuk meningkatkan kapabilitas produksi. Dengan demikian, pasokan daya pengganti dapat tumbuh lebih sigap dan berkelanjutan.
"Kalau subsidi diperlukan, sebaiknya diberikan kepada produsen di sektor hulu agar produksi meningkat. Selama ini kita sering memberikan subsidi kepada konsumen, sementara produsennya kurang mendapatkan dukungan," terangnya.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·