J&T Express mencatat jumlah pengiriman di Indonesia meningkat lebih dari 65% pada paruh pertama 2026. Capaian ini menjadi bagian dari keahlian perusahaan saat memasuki usia ke-11 tahun.(Dok. J&T Express)
AKTIVITAS perdagangan dan mobilitas masyarakat nan terus berkembang mendorong kebutuhan terhadap jasa logistik dengan kapabilitas dan efisiensi nan semakin tinggi. Pertumbuhan tersebut membikin perusahaan logistik perlu memperkuat jaringan operasional sekaligus memanfaatkan teknologi untuk menjaga kecepatan dan kualitas layanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sektor transportasi dan pergudangan tumbuh 8,04% secara tahunan (yoy) pada kuartal I 2026. Pertumbuhan tersebut sejalan dengan meningkatnya mobilitas masyarakat dan menunjukkan semakin pentingnya sektor logistik dalam mendukung aktivitas perekonomian nasional.
Di tengah pertumbuhan industri tersebut, J&T Express mencatat jumlah pengiriman di Indonesia meningkat lebih dari 65% pada paruh pertama 2026 dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya. Capaian ini menjadi bagian dari keahlian perusahaan saat memasuki usia ke-11 tahun.
Pertumbuhan volume pengiriman tersebut juga terjadi di tengah peningkatan keahlian J&T Express secara global. Pada semester I 2026, total volume pengiriman perusahaan secara dunia mencapai 17,503 miliar paket alias tumbuh 25,1% (yoy). Di area Asia Tenggara, volume pengiriman mencapai 5,523 miliar paket, meningkat 71,2% dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya.
Untuk mengimbangi pertumbuhan volume tersebut, kapabilitas dan efisiensi operasional terus diperkuat melalui pemanfaatan teknologi. Automatic Sorting System nan diterapkan di 19 pusat sortir bisa mempercepat proses penyortiran hingga empat kali dibandingkan penyortiran secara manual.
Selain itu, lebih dari 1.000 mesin sortir nan tersebar di 500 Drop Center mendukung proses penyortiran hingga tiga kali lebih cepat. Pemanfaatan artificial intelligence (AI) dan data analytics juga dilakukan untuk mengoptimalkan rute, memantau operasional secara real-time, serta menjaga konsistensi standar operasional.
"Pertumbuhan kami bukan hanya terlihat dari jumlah paket, tetapi dari keahlian kami membangun jaringan nan semakin kuat, luas, dan adaptif. Teknologi bagi kami bukan sekadar investasi, tetapi langkah untuk memastikan pertumbuhan volume dapat diikuti oleh efisiensi dan konsistensi layanan," ujar Robin Lo, CEO J&T Express, pada rangkaian seremoni HUT ke-11 J&T di Jakarta, Rabu (26/8).
Perkuat pengalaman pelanggan
Pertumbuhan kapabilitas operasional juga diikuti dengan upaya meningkatkan pengalaman pelanggan. Bagi perusahaan, kualitas jasa tidak hanya berangkaian dengan kecepatan dan keamanan pengiriman, tetapi juga keahlian memahami pengalaman pengguna dan menjadikannya sebagai masukan untuk perbaikan.
"Bagi kami, menjadi dekat berfaedah memahami pelanggan, mendengarkan mereka, dan terus memberikan pengalaman nan lebih baik. Semangat inilah nan kami bawa melalui ‘Selalu Dekat, Selalu di Hati’, agar pertumbuhan J&T Express juga selalu diikuti dengan jasa nan semakin relevan dengan kebutuhan customer," ujar Herline Septia, Brand Manager J&T Express.
Salah satu upaya tersebut dilakukan melalui program Kurir Bintang 5. Program ini mendorong peningkatan kualitas jasa kurir dengan sejumlah indikator, antara lain kehadiran, keahlian pick up, keberhasilan delivery, serta pemahaman terhadap sistem dan prosedur.
Perusahaan juga menghadirkan jntdekatdihati.com sebagai ruang bagi pengguna untuk membagikan testimoni dan pengalaman mereka. Masukan tersebut menjadi bagian dari pertimbangan untuk meningkatkan kualitas jasa dan pengalaman pelanggan.
Dalam rangka memperingati ulang tahun ke-11, rangkaian selebrasi juga digelar pada 13–23 Agustus 2026. Sejumlah program seperti potongan nilai ongkir, Poinversary Deals, dan J&T Brand Week dihadirkan sebagai corak apresiasi kepada pengguna nan telah menggunakan jasa perusahaan selama 11 tahun.
Mendorong pemberdayaan UMKM
Perkembangan industri logistik juga membuka kesempatan bagi perusahaan untuk memperluas kontribusi kepada pelaku usaha, terutama UMKM nan memerlukan support pengedaran dan akses pasar. Upaya tersebut salah satunya dilakukan melalui program Jawara Lokal J&T Express nan dijalankan berbareng Kementerian UMKM.
Program pemberdayaan UMKM tersebut memberikan sejumlah support kepada pelaku upaya terpilih, mulai dari permodalan sebesar Rp15 juta, subsidi potongan nilai ongkir hingga 30%, hingga kanal promosi untuk membantu pengembangan bisnis.
Program Jawara Lokal pertama kali dilaksanakan di Sulawesi Selatan dan selanjutnya bakal diperluas ke empat provinsi lainnya. Perluasan tersebut menjadi bagian dari upaya membuka akses support nan lebih luas bagi UMKM di beragam daerah.
Selain pemberdayaan ekonomi, aspek lingkungan juga menjadi bagian dari inisiatif nan dijalankan melalui J&T Sustainability Impact Program (J&T SIP). Program tersebut menggabungkan aspek lingkungan dengan pemberdayaan masyarakat melalui pengolahan kembali limbah tekstil.
Melalui program tersebut, sekitar 146 kilogram limbah tekstil diolah kembali menjadi produk baru. Proses upcycling tersebut diperkirakan bisa menghindari 1,25 ton emisi CO2e, setara dengan emisi perjalanan mobil berbahan bakar bensin sejauh sekitar 5.000 kilometer.
Memasuki usia ke-11, penguatan operasional, pengalaman pelanggan, pemberdayaan UMKM, dan keberlanjutan menjadi bagian dari upaya perusahaan memperluas peran di tengah perkembangan industri logistik. Tema 'Selalu Dekat, Selalu di Hati' menjadi bagian dari arah tersebut, dengan kedekatan tidak hanya dibangun melalui jasa pengiriman, tetapi juga melalui hubungan dengan pengguna dan masyarakat.
"Di usia nan ke-11, kami mau J&T Express terus dikenal bukan hanya lantaran jasa logistiknya, tetapi juga lantaran pengalaman dan faedah nan kami berikan kepada pengguna dan masyarakat. J&T Express berkomitmen untuk terus hadir, tumbuh bersama, dan memberikan makna bagi masyarakat di setiap langkah kami," tutup Robin Lo. (E-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·