Pakar kesehatan menekankan pentingnya pengelolaan berat badan dan penemuan awal untuk mencegah MASLD.(Dok. Alodokter)
PENGELOLAAN berat badan pada pasien obesitas menjadi tata laksana krusial untuk mencegah gangguan metabolik penyakit hati berlemak alias Metabolic Dysfunction-Associated Steatotic Liver Disease (MASLD). Deteksi awal dan penanganan komprehensif diperlukan guna menghindari akibat komplikasi berat seperti sirosis hingga kanker hati.
Dokter ahli penyakit dalam konsultan gastroenterologi dan hepatologi dari RS Cipto Mangunkusumo, Rino Alvani Gani, (Sp.PD-KGEH) menjelaskan bahwa perseorangan dengan obesitas, glukosuria jenis 2, serta gangguan kegunaan hati wajib mewaspadai spektrum penyakit ini. Menurutnya, MASLD bermulai dari penumpukan lemak nan jika tidak dikelola dapat berkembang menjadi Metabolic Dysfunction-Associated Steatohepatitis (MASH).
"Jika aspek risikonya tidak dikelola dengan tepat, sebagian pasien dapat mengalami progresi menjadi MASH, ialah corak nan lebih berat lantaran sudah melibatkan peradangan dan kerusakan sel hati," ujar Prof. Rino dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Lebih lanjut, Rino menekankan bahwa MASLD berangkaian erat dengan akibat kardiometabolik nan lebih luas. Hal ini dikarenakan penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama kematian pada pasien dengan kondisi perlemakan hati tersebut.
Senada dengan perihal itu, master endokrinologi Dicky Levenus Tahapary, (Sp.PD-KEMD, PhD), menegaskan bahwa obesitas adalah kondisi medis kronis nan kompleks. Ia menyebut bahwa tujuan utama tata laksana obesitas bukan sekadar menurunkan nomor di timbangan, melainkan mencapai quality weight loss dan kesehatan metabolik jangka panjang.
"Kelebihan lemak tubuh, terutama lemak viseral, dapat memicu resistensi insulin dan inflamasi nan berakibat pada hati, jantung, dan pembuluh darah," jelas dr. Dicky. Ia juga menambahkan bahwa penggunaan terapi farmakologi, termasuk penemuan berbasis GLP-1 RA, dapat dipertimbangkan berasas kondisi klinis pasien.
Dalam momentum Global Fatty Liver Day 2026, Kementerian Kesehatan RI berbareng Novo Nordisk Indonesia terus mendorong edukasi dan penemuan dini. Direktur PTM Kementerian Kesehatan RI, Siti Nadia Tarmizi, mengingatkan bahwa obesitas merupakan "mother of all chronic diseases".
"Seiring meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia, akibat terjadinya fatty liver juga semakin tinggi. Kami membujuk masyarakat untuk lebih waspada dan melakukan penemuan awal guna menjaga kesehatan hati," pungkas Nadia. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·