Kapolsek Babulu, Iptu Andi Fatahuddin saat melakukan pengecekan truk nan mengisi BBM subsidi(Dok Humas Polda Kaltim)
PENGAWASAN penyaluran Bahan Bakat Minyak (BBM) khususnya di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Tiga Niaga Energi, Jalan Provinsi 44, Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur (Kaltim), diperketat abdi negara dari Polsek Babulu, Koramil, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).
Kapolres PPU, AKBP Andreas Alek Danantara melalui Kapolsek Babulu Iptu Andi Fatahuddin, MInggu (13/9) mengatakan, pihaknya terus memperkuat pengawasan terhadap penyaluran BBM bersubsidi di SPBU di wilayahnya, aktivitas ini bersinergi dengan Koramil Babulu dan Satpol PP. Guna memastikan pelayanan kepada masyarakat melangkah tertib dan sesuai ketentuan.
“Kegiatan ini berkarakter preventif, kami melakukan pemantauan langsung terhadap aktivitas pelayanan, kondisi antrean kendaraan hingga situasi keamanan di sekitar area SPBU,” ujar Fatahuddin, disela-sela memimpin kegiatan.
Selain memantau proses pengisian, lanjutnya, petugas juga melakukan pengecekan terhadap tera BBM bersubsidi sebagai bagian dari upaya memastikan pelayanan dan penyaluran BBM kepada masyarakat melangkah sebagaimana mestinya.
Sedangkan kondisi antrean kendaraan, tambahnya, turut menjadi perhatian pihaknya untuk mencegah terjadinya kepadatan maupun potensi gangguan Kamtibmas. Pengawasan di SPBU merupakan corak kehadiran Polri dalam memastikan pelayanan publik melangkah kondusif dan tertib.
“Pengawasan ini kami lakukan untuk memastikan penyaluran BBM bersubsidi melangkah tertib dan sesuai ketentuan. Kami juga memantau antrean kendaraan serta situasi di sekitar SPBU agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan dengan kondusif dan lancar,” tegas Fatahuddin.
Dikatakannya, selain itu dalam penyelenggaraan aktivitas petugas juga memberikan imbauan kepada masyarakat dan pengendara, agar mematuhi ketentuan nan bertindak selama berada di area SPBU.
“Masyarakat juga diminta menjaga ketertiban, mengutamakan keselamatan serta tidak melakukan tindakan nan dapat menghalang proses pelayanan,” pintanya.
Menurut Kapolsek, penyelenggaraan aktivitas ini melangkah lancar lantaran adanya sinergitas antara Polri, TNI, Satpol dan pengelola SPBU dan ini salah satu aspek krusial dalam menciptakan situasi nan kondusif. Koordinasi antarpihak bakal terus dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap beragam potensi gangguan selama proses penyaluran BBM.
Ia juga membujuk masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban. Apabila menemukan perihal nan berpotensi mengganggu keamanan alias kelancaran penyaluran BBM, segera sampaikan kepada petugas agar dapat ditindaklanjuti.
“Pengawasan berjalan selama kurang lebih selama dua jam itu melangkah dengan aman, tertib serta kondusif,” sebutnya.
Sementara itu, seorang Babulu Yanto, memberikan apresiasi terhadap aktivitas nan dilaksanakan oleh abdi negara di wilayah itu, tetapi dirinya berambisi pengawasan dilakukan setiap hari, lantaran sudah bukan rahasia lagi sebagai besar BBM subsidi disalah gunakan untuk dijual lagi secara eceran.
”Bisa dilihat kendaraan nan antrean di sekitar SPBU itu, diduga rata-rata mobil pengetap, dan paling mudah dikenali. Apalagi mereka parkir setiap hari di letak itu. Akibat kondisi itu kami pun kesulitan mendapatkan BBM subsidi lantaran semua lahan area antrean dikuasai mereka,” pungkasnya. (H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·