Pengamat: Siapa pun Gubenur BI Sekarang Sulit Bikin Rupiah Kuat

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
 Siapa pun Gubenur BI Sekarang Sulit Bikin Rupiah Kuat Ilustrasi: Nasabah memandang pergerakan nilai tukar rupiah terhadap mata duit asing di Kantor Cabang Bank Syariah Indonesia, Jakarta.(ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

PENGUMUMAN pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo terjadi di tengah pelemahan nilai tukar rupiah. Pada Senin (27/7) pagi, nilai tukar rupiah melemah 9 poin alias 0,05% menjadi Rp17.972 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.963 per dolar AS.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menilai Gubernur BI Perry Warjiyo sudah berkerja keras menahan agar rupiah kembali menguat.

“Tapi sampai saat ini tetap belum bisa mengangkat nilai mata duit rupiah. Kita lihat bahwa siapa pun nan memimpin BI saat ini sangat susah untuk membikin rupiah kembali lagi mengalami penguatan,” ujar Ibrahim dalam keterangannya, Senin (27/7).

“Karena masalah geopolitik, perekonomian di dalam negeri pun sedang carut-marut. Ini nan membikin rupiah kembali mengalami pelemahan,” imbuhnya.

Dari aspek eksternal, Ibrahim menyebut kondisi ekonomi dunia tidak baik-baik saja. Perang tetap bergolak di Timur Tengah antara Amerika dan Iran hingg di Eropa Timur antara Rusia dan Ukraina.

“Konstelasi perang apalagi sudah melebar ke Houthi Yaman, kemudian Arab Saudi, Turki. Ini membikin rupiah terus mengalami pelemahan. Sementara kemauan pemerintah ini rupiah kudu kembali menguat ke Rp16.500 per dolar AS,” ujar Ibrahim.

Di dalam negeri, lanjutnya, program-program prioritas pemerintah seperti makan bergizi cuma-cuma (MBG), Koperasi Merah Putih, nan menyantap anggaran jumbo juga tetap sarat permasalahan.

“Utamanya adalah menguapnya biaya baik MBG maupun Koperasi Merah Putih sehingga kekuatan fiskal dalam negeri mengalami sedikit permasalahan. Ini berakibat terhadap pelemahan rupiah,” pungkas Ibrahim. (P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia