Pengamat: Kehadiran Pejabat dan Mahasiswa Bantu Percepat Pemulihan NTT

Sedang Trending 10 jam yang lalu
 Kehadiran Pejabat dan Mahasiswa Bantu Percepat Pemulihan NTT Wapres Gibran Rakabuming berjamu ke letak terdampak gempa NTT.(Antara)

Kehadiran langsung pejabat negara serta keterlibatan aktif kalangan akademisi dinilai menjadi komponen krusial dalam proses penanganan dan pemulihan masyarakat terdampak musibah di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hal ini merespons langkah taktis pemerintah dan komponen masyarakat pascagempa nan mengguncang wilayah tersebut.

Wakil Presiden Gibran Rakabuming melakukan kunjungan kerja ke NTT pada Kamis (20/8) untuk meninjau langsung progres penanganan di lapangan. Dalam kunjungannya di Kabupaten Sikka, Wapres meninjau posko pengungsian, memeriksa kondisi akomodasi publik nan rusak, serta berbincang langsung dengan penduduk terdampak untuk menyerap aspirasi mereka.

Tidak hanya pemerintah, tindakan kemanusiaan juga datang dari bumi pendidikan. Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) turut terjun ke letak musibah untuk memberikan pendampingan psikososial dan trauma healing, khususnya bagi anak-anak nan mengalami akibat psikologis akibat musibah tersebut.

Pengamat Ekonomi NTT, Frits Oscar Fanggidae, memberikan apresiasi atas kerjasama ini. Menurutnya, kehadiran bentuk pejabat negara di letak musibah merupakan corak tanggung jawab moral dan administratif untuk memastikan seluruh instrumen penanganan melangkah optimal.

“Jelas pemerintah kudu datang dalam situasi seperti ini. Dalam situasi seperti ini memang pejabat kudu datang untuk memandang gimana penanganannya,” ujar Frits melalui keterangan tertulis nan diterima pada Rabu (26/8).

Frits menekankan pentingnya pemerataan support dan perhatian. Ia menyatakan bahwa seluruh penduduk nan terdampak, tanpa terkecuali, kudu mendapatkan jangkauan jasa dari pemerintah maupun relawan.

“Semua penduduk nan terdampak kudu dijangkau. Semua kudu diperhatikan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Frits menyambut positif inisiatif mahasiswa UI dan golongan masyarakat lainnya. Baginya, penanganan musibah skala besar memerlukan gotong royong dari beragam pihak nan mempunyai skill spesifik, seperti pendampingan psikologis.

“Mahasiswa dan golongan mana pun nan mau ikut membantu penanganan gempa ini baik. Semua pihak nan merasa terpanggil silakan berperan-serta untuk terlibat,” tambahnya.

Sebagai langkah lanjutan, Frits mendorong pemerintah untuk segera melakukan percepatan dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Fokus utama nan diharapkan adalah percepatan perbaikan rumah penduduk serta rehabilitasi sarana publik dan sosial agar aktivitas ekonomi dan kemasyarakatan di NTT dapat kembali normal.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia