Pengalaman Seru Menjadi Reporter Cilik ke PT Dirgantara Indonesia

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Pengalaman Seru Menjadi Reporter Cilik ke PT Dirgantara Indonesia Kegiatan kunjungan pabrik Reporter Cilik Media Indonesia ke PT Dirgantara Indonesia, Bandung, pada Senin (24/8).(MI/Permana)

Awalnya, saya merasa sangat gugup saat bersiap-siap mengikuti aktivitas ini. Namun, rasa gugup itu perlahan berubah menjadi rasa bangga nan luar biasa lantaran saya mendapat kesempatan emas untuk mewakili sekolahku. Aku berkeinginan mau memberikan nan terbaik dan membawa nama baik sekolah. Syukurlah, hari Senin, 24 Agustus 2026 itu akhirnya betul-betul menjadi pengalaman baru nan sangat berbobot bagi kami para Reporter Cilik (Repcil) Media Indonesia.

Begitu tiba di area PT Dirgantara Indonesia (PT DI) di Kota Bandung, kami semua berkumpul terlebih dulu di ruang auditorium. Setelah itu, panitia membagi kami ke dalam tiga golongan besar. Aku sendiri masuk ke dalam Kelompok 1. Asyiknya, golongan kami langsung mendapat giliran pertama untuk menaiki bus Bandros dan berkeliling menjelajahi area industri pesawat terbang kebanggaan Indonesia ini.

Tempat pertama nan kami kunjungi adalah Gedung Mock-Up. Di sana, kami disambut oleh deretan miniatur dan replika dari beragam jenis pesawat dahsyat buatan anak bangsa, seperti NC212, CN235-220, dan N219. Bagian nan paling seru adalah saat kami diperbolehkan memandang langsung bagian dalam pesawat CN235 secara nyata. Kami apalagi diizinkan mengintip ke dalam kokpit, ialah ruangan tempat pilot mengendalikan pesawat. Melihat banyaknya tombol canggih di sana membuatku semakin kagum pada bumi penerbangan. Di gedung ini juga tersedia beragam suvenir menarik nan bisa dibeli sebagai kenang-kenangan.

Setelah puas menjelajahi replika pesawat, kami melanjutkan perjalanan menggunakan Bandros menuju hanggar. Di tempat perakitan pesawat original ini, saya berpasangan dengan temanku nan berjulukan Aisyah untuk menjalankan tugas jurnalistik kami. Kami berkesempatan untuk melakukan wawancara langsung dengan salah satu staf dahsyat PT DI, ialah Kak Intanto Oktavian.

Dengan penuh rasa mau tahu, saya memberanikan diri untuk bertanya, “Kak, izin bertanya. Berapa nilai satu unit pesawat di sini?” Kak Intanto tersenyum lampau menjelaskan dengan detail, “Kalau pesawat berukuran besar, harganya bisa mencapai sekitar 500 sampai 600 miliar rupiah. Sedangkan untuk pesawat nan berukuran kecil, harganya berkisar antara 200 sampai 300 miliar rupiah.”

Giliran Aisyah nan kemudian melempar pertanyaan kedua, “Kak, izin bertanya. Sudah berapa lama Kakak bekerja di sini?” Kak Intanto menjawab bahwa beliau sudah mendedikasikan dirinya bekerja di PT DI selama kurang lebih 8 tahun.

Setelah sesi wawancara nan seru itu selesai, kami mengabadikan momen dengan berpotret berbareng Kak Intanto dan seluruh personil Kelompok 1. Kami pun kembali ke ruang auditorium. Sambil menunggu golongan lain menyelesaikan kunjungannya, kami mengisi waktu dengan bermain berbareng kakak panitia. Ketika semua golongan sudah berkumpul kembali, kami menikmati makan siang berbareng dengan penuh kegembiraaan.

Acara dilanjutkan dengan agenda nan paling mendebarkan, ialah konvensi pers berbareng Ibu Dhias Widhiyati selaku Direktur Keuangan dan Bapak Dena Hendriana selaku Direktur Produksi PT DI. Salah satu kawan kami nan berjulukan Abdul Malik mengusulkan pertanyaan menarik, “Pesawat apa nan paling Kakak banggakan?”

Pak Dena dengan penuh semangat menjawab bahwa pesawat nan paling beliau banggakan adalah N219. Beliau menjelaskan bahwa N219 adalah pesawat nan sangat dahsyat lantaran bisa lepas landas dan mendarat hanya dengan menggunakan landasan pacu sepanjang kurang lebih 200 meter saja. Selain di atas landasan aspal, pesawat handal ini juga bisa beraksi di landasan tanah berbatu, berpasir, dan beragam kondisi alam ekstrem lainnya. Bahkan, saat ini N219 terus dikembangkan agar kelak bisa mendarat di atas permukaan air seperti danau, laut, dan sungai. Mendengar penjelasan tersebut, hatiku langsung bergetar penuh rasa bangga lantaran Indonesia mempunyai pesawat dahsyat nan murni diciptakan oleh anak-anak bangsa.

Sebelum rangkaian aktivitas berakhir, kami diminta untuk menuliskan laporan pengalaman kami hari itu. Aku menyusun cerita ini berbareng sahabatku, Aisyah. Menjadi Reporter Cilik di PT DI adalah petualangan nan sangat seru, menyenangkan, dan tidak bakal pernah saya lupakan seumur hidup. Selain mendapatkan limpahan pengetahuan baru tentang pesawat, saya juga belajar untuk menjadi anak nan lebih berani dan percaya diri saat berbincang di depan orang lain. Aku sangat bangga lantaran Indonesia mempunyai PT Dirgantara Indonesia sebagai produsen pesawat terbang terbesar di Asia Tenggara. Terima kasih PT DI atas kesempatan luar biasa ini!(X-6)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia