Penerimaan Bea Cukai Rp 182,6 Triliun hingga Juli, 54,3% dari Target

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Jakarta -

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi penerimaan bea dan cukai hingga Juli 2026 mencapai Rp 182,6 triliun. Jumlah itu setara 54,3% dari sasaran Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan tumbuh 6,7% jika dibandingkan dengan periode nan sama tahun lalu.

"Hingga 31 Juli 2026, realisasi penerimaan kepabeanan dan cukai mencapai Rp 182,6 triliun alias sekitar 54,3% dari sasaran APBN tahun 2026 sebesar Rp 336 triliun," ujar Direktur Jenderal Bea dan Cukai Djaka Budhi Utama dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi XI DPR, Senin (7/9/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT


Jika dirinci berasas jenis penerimaan, sektor cukai tetap mendominasi sebagai kontributor terbesar dengan realisasi mencapai Rp 130,7 triliun, alias tumbuh hingga 3% dibanding tahun lalu. Pertumbuhan pada sektor ini utamanya didorong oleh akibat penegakan norma (enforcement) sehingga produksi rokok dan minuman mengandung etil alkohol (MMEA) tetap terjaga.

Sementara itu, sektor bea masuk membukukan realisasi sebesar Rp 31,5 triliun alias tumbuh sebesar 12,2%. Kinerja ini ditopang oleh peningkatan volume impor serta pergerakan kurs.

"Sementara itu untuk bea keluar, realisasi sebesar Rp 20,4 triliun alias mengalami pertumbuhan sebesar 26,3%. Kinerja bea keluar didorong oleh penguatan nilai CPO dan kenaikan volume ekspor CPO," tambah Djaka.

Djaka menilai keahlian penerimaan kepabeanan dan cukai menunjukkan tren nan semakin membaik. Melihat keahlian tersebut, dia menilai adanya indikasi positif terhadap pencapaian sasaran penerimaan hingga penghujung tahun 2026.

"Secara keseluruhan, keahlian penerimaan kepabeanan dan cukai menunjukkan tren nan semakin membaik dan memberikan indikasi positif terhadap pencapaian sasaran penerimaan sampai dengan akhir tahun," jelasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance