Penentuan Awal Zulhijah, Kemenag Kerahkan Teleskop di 88 Titik Rukyat

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Penentuan Awal Zulhijah, Kemenag Kerahkan Teleskop di 88 Titik Rukyat

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya (foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) menggunakan 88 titik rukyat, alias pemantauan bulansabit di seluruh Indonesia dalam proses penentuan awal Zulhijah 1447 Hijriah. Pemantauan dilakukan pada Minggu (17/5/2026), sebagai bagian dari rangkaian sidang isbat penetapan awal bulan Hijriah tersebut.

Anggota Tim Hisab Rukyat Kemenag RI, Cecep Nurwendaya mengatakan seluruh titik rukyat di Indonesia menggunakan perangkat bantu optik berupa teleskop untuk membantu pengamatan hilal.

“Alhamdulillah, dari 88 titik rukyat, teman-teman perukyat di Indonesia semuanya menggunakan teleskop alias perangkat bantu optik,” kata Cecep dalam Seminar Posisi Hilal Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijah 1447 H di Kantor Kementerian Agama, Jakarta Pusat, Minggu (17/5/2026).

Ia menjelaskan, berasas kalkulasi hisab, posisi bulansabit di seluruh wilayah Indonesia telah memenuhi kriteria visibilitas bulansabit MABIMS, ialah tinggi bulansabit minimal 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat.

Cecep menyebut, tinggi bulansabit di Indonesia saat rukyat berkisar antara 3,29 derajat hingga 6,95 derajat. Sementara elongasinya berada di rentang 8,91 derajat sampai 10,62 derajat.

“Posisi bulansabit di seluruh wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia telah memenuhi kriteria tinggi bulansabit minimal 3 derajat dan elongasi minimum 6,4 derajat,” ujarnya.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari

Follow

Berita Terkait

Telusuri buletin news lainnya

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com