Peneliti KAIST Kembangkan ‘Sidik Jari’ Nano untuk Deteksi Keaslian Produk

Sedang Trending 54 menit yang lalu
Peneliti KAIST Kembangkan ‘Sidik Jari’ Nano untuk Deteksi Keaslian Produk Ilustrasi(Doc finance.biggo.con)

BAYANGKAN setiap peralatan mempunyai ‘sidik jari’ sendiri nan tidak bisa dipalsukan siapa pun. Untuk memeriksanya tidak perlu mikroskop mahal, cukup menggunakan sinar senter di ponsel saja.

Tim peneliti campuran nan dipimpin Profesor Sang Ouk Kim dari Departemen Ilmu dan Rekayasa Material KAIST berbareng Profesor Seok Joon Kwon dari Sungkyunkwan University sukses mengembangkan perangkat nan dapat memeriksa keaslian produk hanya dengan cahaya, memanfaatkan pola unik dari susunan random partikel berukuran nano sebagai 'sidik jari buatan'. Penemuan ini diterbitkan di jurnal ilmiah internasional Nature Communications pada tanggal 23 Juli 2026.

Sidik jari buatan tersebut memanfaatkan seluruh info tiga dimensi partikel, sehingga bisa dibaca dengan dua sumber sinar berbeda. Lampu LED putih (misalnya senter ponsel).

Laser hijau berpanjang gelombang 542 nm dihamburkan ke beragam arah oleh struktur partikel halus.

Karena tidak bisa direplikasi secara fisik, sistem ini juga relatif kondusif dari peretasan kata sandi oleh kepintaran buatan maupun komputer kuantum di masa depan. Hal ini menjadi relevan mengingat serangan siber kian canggih dan sistem kriptografi konvensional mulai dipertanyakan ketahanannya.

Konsep ini dikenal dalam bumi keamanan sebagai Physical Unclonable Function (PUF), ialah teknologi nan memanfaatkan perbedaan bentuk mikroskopis nan muncul secara alami saat proses produksi sebagai info keamanan. Sama seperti manusia dengan sidik jarinya, tiap produk jadi punya identitas bentuk nan unik.

Verifikasi Keamanan Tanpa perangkat mahal

Selama ini, PUF berkeamanan tinggi mempunyai satu kelemahan praktis: strukturnya begitu mini dan rumit sehingga butuh mikroskop alias perangkat mahal untuk membacanya. 

Tim KAIST mencari solusi kelemahan tersebut dengan langkah nan unik menggunakan dua respons optik nan dihasilkan oleh satu pola nano. Saat pola nano tersebut diberikan sinar putih seperti lampu senter ponsel, sebuah warna bakal dipantulkan oleh setiap bagian dari struktur nano tersebut sehingga membentuk pola pantulan nan khas.

Apabila satu aspek dari pola nano bocor, aspek pola nan lainnya tetap tidak diketahui oleh para peretas. Mereka kudu membikin ulang tiga perihal sekaligus: struktur nanopartikelnya, warna dan pola pantulan di bawah senter, serta pola nano di bawah laser.

Bisa Ditempel di Mana Saja

Tim peneliti juga sukses memindahkan struktur nano ke beragam permukaan seperti plastik fleksibel, logam, movie transparan, hingga hidrogel alias material lunak menyerupai gel nan bisa menyimpan banyak air. 

Potensi penerapannya luas, untuk peralatan mewah, karya seni, dan obat-obatan pun bisa. Karena dapat dibuat di atas movie transparan, teknologi ini juga berkesempatan menjadi stiker keamanan nan tidak mengganggu kreasi produk.

Sumber: The Mirage, jurnal ilmiah internasional Nature Communications

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia