Pendidikan Dapat Alokasi Terbesar Proyek Prasarana Strategis di 2027

Sedang Trending 2 hari yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum menargetkan 1.058 unit output pembangunan pada 2027. Angka tersebut meningkat dibandingkan sasaran pada tahap pagu sugestif nan mencapai 1.041 unit.

Tambahan sasaran berasal dari 17 output prioritas nan masuk setelah pagu anggaran mengalami peningkatan. Proyek tersebut tersebar pada sektor pendidikan, perekonomian, olahraga, kesehatan hingga peribadatan.

"Penambahan Pagu Anggaran sebesar 1,037 triliun diperuntukkan untuk penambahan 17 output prioritas, yaitu: 4 unit Perguruan Tinggi dan Perguruan Tinggi Keagamaan, 3 unit Prasarana Perekonomian, 6 unit Prasarana Olahraga, 2 unit Prasarana Kesehatan, dan 2 unit Prasarana Peribadatan, serta support manajemen untuk penguatan tata kelola dalam penyelenggaraan prasarana bagian prasarana strategis," ujar Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum Kuswara di Komisi V DPR RI, Kamis (10/9/26).

Kenaikan jumlah output tersebut terjadi setelah pagu Ditjen Prasarana Strategis bertambah dari nomor indikatif. Total pagu sekarang mencapai Rp32,57 triliun, dengan sebagian besar biaya diarahkan pada program pendidikan.

"Adapun total output pada Pagu Anggaran 2027 menjadi 1.058 unit, meningkat dari sebelumnya sebanyak 1.041 unit pada Pagu Indikatif," kata Kuswara.

Dari total sasaran tersebut, sektor pendidikan menjadi penerima porsi terbesar. Pembangunan Sekolah Rakyat dan revitalisasi sekolah keagamaan mendominasi anggaran nan disiapkan.

"Pagu Anggaran Direktorat Jenderal Prasarana Strategis Tahun Anggaran 2027 sebesar 32,57 triliun tersebut dimanfaatkan untuk Prasarana Pendidikan sebesar 29,44 triliun dengan sasaran output sebanyak 686 unit," ujar Kuswara.

Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta nan telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya)Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta nan telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya) Foto: Sekolah Rakyat (SR) DKI Jakarta nan telah diselesaikan pembangunannya oleh PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya), Selasa (11/8). (Dok. Hutama Karya)

Sementara itu, prasarana permukiman mendapatkan alokasi Rp2,674 triliun dengan sasaran 372 unit. Di dalamnya terdapat pembangunan akomodasi perekonomian, olahraga, kesehatan, peribadatan, cagar budaya dan prasarana strategis lainnya.

"Prasarana Permukiman sebesar 2,674 triliun untuk sasaran output sebanyak 372 unit, yaitu: Prasarana Perekonomian sebesar 0,149 triliun sebanyak 6 unit, Prasarana Olahraga sebesar 0,775 triliun sebanyak 7 unit, Prasarana Kesehatan sebesar 0,31 triliun sebanyak 3 unit, Prasarana Peribadatan sebesar 0,11 triliun sebanyak 3 unit," tutur Kuswara.

Di luar proyek fisik, pemerintah juga mengalokasikan anggaran untuk menjalankan kegunaan pengawasan dan pengendalian. Dukungan manajemen disiapkan agar penyelenggaraan proyek di lapangan dapat dikendalikan berbareng satuan kerja dan unit teknis.

"Dukungan Manajemen sebesar 0,456 triliun untuk shopping pegawai sebesar 0,274 triliun, shopping operasional sebesar 0,107 triliun, dan shopping non-operasional sebesar 0,075 triliun," kata Kuswara.

Kenaikan output tidak terlepas dari aktivitas nan sudah melangkah pada 2026. Sebagian tambahan tersebut merupakan proyek committed nan kudu dilanjutkan pada tahun anggaran berikutnya.

"Penambahan output prioritas tersebut sebagian besar untuk kegiatan-kegiatan nan berkarakter committed alias aktivitas lanjutan dari tahun 2026. Dengan penambahan tersebut, Ditjen Prasarana Strategis berkomitmen mengoptimalkan alokasi anggaran untuk mendukung percepatan penyediaan dan peningkatan kualitas prasarana strategis sesuai dengan prioritas pembangunan nasional," ujar Kuswara.

(fys/wur) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News