Bos BGN Siapkan Mekanisme Penyaluran MBG di Daerah Rawan Konflik

Sedang Trending 53 menit yang lalu

Jakarta -

Kepala BGN Sudaryono menyatakan, pihaknya tengah menyiapkan sistem penyaluran makanan bergizi cuma-cuma (MBG) ke wilayah rawan konflik. Pihaknya mau anak-anak di wilayah tersebut tetap mendapat MBG.

"Makan bergizi bagi anak-anak di wilayah rawan, rawan konflik. Ini juga sedang kami pikirkan mekanismenya," ujar Sudaryono dalam konvensi pers di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (29/7/2026).

Sudaryono menjelaskan saat ini pihaknya tengah melakukan beberapa uji coba dengan menggandeng TNI dan Polri. Sejumlah akomodasi umum, seperti gereja dimanfaatkan untuk penyaluran MBG.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada beberapa piloting nan sudah kita lakukan bekerjasama dengan jejeran TNI dan Polri, menggunakan akomodasi ada gereja dan lain-lain. Karena anak-anak di seluruh manapun, ya, Indonesia di manapun khususnya, anak-anak nan memang memerlukan daerah-daerah rawan konflik, daerah-daerah nan jauh, itu juga kudu mendapatkan akses perbaikan gizi nan memang mereka sangat memerlukan itu, ya," beber Sudaryono.

Selain di wilayah rawan konflik, pihaknya juga bakal memprioritaskan penyaluran MBG ke wilayah nan rawan stunting, seperti Papua dan NTT. Menurut Sudaryono, setidaknya 116 juta orang tetap kekurangan gizi. Berdasarkan peta sebaran prevalensi stunting pada 2024, sebanyak 20 kabupaten/kota kategori terendah, 182 kabupaten/kota kategori sedang, 220 kabupaten/kota kategori tinggi, dan 92 kabupaten/kota kategori sangat tinggi.

"Enggak hanya Papua, di, NTT, kemudian di Maluku, di mana-mana, ini semua ada petanya, kita mau perbaiki ke situ. Kita mau perbaiki nan memang kudu krusial dan genting kudu diperbaiki," jelasnya.

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance