Pemkab Merauke Tunggu Laporan Lengkap Penembakan Kapal Nelayan di Perairan PNG

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Pemkab Merauke tunggu laporan komplit kapal nelayan ditembak di PNG.

, JAYAPURA, – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Papua Selatan, hingga sekarang tetap menunggu laporan komplit mengenai kejadian penembakan kapal nelayan KMN Sardi Utama 02 di perairan Papua Nugini (PNG). Insiden nan terjadi pada 9 Juni 2026 ini menewaskan nakhoda kapal berjulukan Rizal.

Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Kabupaten Merauke, Rekianus Samkakai, menyatakan pihaknya belum menerima laporan perincian mengenai kronologi pasti peristiwa tersebut. Ia mengaku terus berkoordinasi dengan pihak mengenai untuk mendapatkan info resmi.

"Hingga saat ini kami tetap menunggu laporan mengenai penembakan nan menewaskan nakhoda kapal berjulukan Rizal," ujar Rekianus saat dihubungi dari Jayapura, Sabtu.

Kronologi dan Pelaku Penembakan

Berdasarkan laporan awal nan diterima, kejadian nahas itu terjadi saat KMN Sardi Utama 02 beraksi di perairan PNG. Usai penembakan, jenazah nakhoda Rizal langsung dibawa oleh para pelaku ke kapal motor mereka. Para pelaku dilaporkan berjumlah sekitar lima orang, mengenakan busana serba hitam, dan membawa senjata api.

Ketua Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Papua Selatan, Taufik Latarissa, membenarkan info tersebut. "Para pelaku juga mengambil semua perangkat komunikasi milik ABK, handphone, dan mereka dibawa ke bagian belakang kapal," kata Taufik.

Tujuh Anak Buah Kapal (ABK) lainnya nan berada di KMN Sardi Utama 02 selamat dan sukses kembali ke Merauke pada 20 Juni 2026. Sementara itu, nasib jenazah nakhoda Rizal tetap belum diketahui lantaran dibawa oleh para pelaku penembakan.

Koordinasi dengan Pihak Berwenang

Pemkab Merauke melalui Badan Pengelola Perbatasan Daerah terus melakukan upaya komunikasi intensif. Pihaknya berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (Kedubes RI) di Port Moresby serta Konsulat RI di Vanimo untuk menelusuri keberadaan jenazah korban.

"Kami terus berkoordinasi dengan Kedubes RI di Port Moresby maupun Konsulat RI di Vanimo agar bisa mendapatkan laporan mengenai keberadaan jenazah nakhoda KMN Sardi Utama 02," tegas Rekianus Samkakai.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional