ilustrasi(Antara)
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi membuka pendaftaran Tes Kemampuan Akademik (TKA) 2026 untuk jenjang SMA/MA/sederajat dan SMK/MAK. Masa pendaftaran berjalan mulai 27 Juli hingga 27 September 2026, sementara penyelenggaraan tes utama dijadwalkan pada 26 Oktober-8 November 2026.
Masa pendaftaran nan lebih panjang dibandingkan tahun sebelumnya diharapkan memberi kesempatan lebih luas bagi peserta untuk mempersiapkan diri sebelum mengikuti asesmen nan dapat dimanfaatkan sebagai salah satu pendukung seleksi masuk perguruan tinggi melalui Jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Salah satu peserta TKA 2025, Yudhistira Almayda Basunjaya, mengaku hasil asesmen nan diperolehnya membantu memperkuat pencapaian akademik hingga akhirnya diterima di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga.
Menurut alumnus SMA Negeri 1 Surabaya tersebut, TKA tidak hanya menjadi syarat pendukung dalam SNBP, tetapi juga menjadi sarana untuk mengukur pemahaman terhadap materi nan dipelajari selama di sekolah.
Ia mengaku telah mempersiapkan diri jauh sebelum penyelenggaraan tes dengan membangun kebiasaan belajar secara konsisten, memperdalam pemahaman konsep, serta rutin mengerjakan latihan soal. Sekolahnya juga memberikan support melalui program pengarahan intensif dan try out secara berkala.
Yudhistira menyarankan calon peserta TKA agar lebih konsentrasi menikmati proses belajar daripada terpaku pada hasil akhir. Menurutnya, pemilihan mata pelajaran juga sebaiknya disesuaikan dengan minat, bakat, serta program studi nan mau dituju di perguruan tinggi.
Ia juga mengingatkan bahwa andaikan hasil SNBP belum sesuai harapan, tetap tersedia jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) maupun seleksi berdikari nan memberikan kesempatan serupa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Rahmawati mengatakan penyelenggaraan TKA 2026 telah disempurnakan berasas hasil pertimbangan tahun sebelumnya. Beberapa perubahan nan diterapkan antara lain pengaturan agenda agar peserta hanya mengerjakan satu mata pelajaran wajib setiap hari, penambahan lama pengerjaan menjadi 75 menit, serta penambahan mata pelajaran kejuruan menjadi 50 sesuai rumpun program keahlian.
Selain itu, peserta nan tetap mempunyai info residu tetap dapat mendaftar sembari melakukan perbaikan data. Pengawasan penyelenggaraan juga bakal diperkuat melalui keterlibatan lebih banyak perguruan tinggi, disertai integrasi penyelenggaraan TKA dengan Asesmen Nasional (AN) untuk meningkatkan efisiensi penyelenggaraan.
Kemendikdasmen mengimbau seluruh calon peserta memastikan info diri telah sesuai dan mengikuti seluruh tahapan pendaftaran melalui laman resmi TKA. Informasi mengenai persyaratan, jadwal, hingga tata langkah penyelenggaraan juga tersedia melalui kanal resmi Kemendikdasmen dan Pusat Asesmen Pendidikan.
Sebagai sarana persiapan, peserta dapat memanfaatkan platform Ayo Coba TKA untuk mengenal corak soal, sistem pengerjaan, serta mengukur kesiapan sebelum mengikuti TKA 2026.
Kepala Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Toni Toharudin, mengatakan beragam penyempurnaan tersebut merupakan bagian dari upaya menghadirkan asesmen nan semakin berkualitas, objektif, dan berintegritas.
"Kami membujuk seluruh calon peserta untuk memanfaatkan kesempatan ini dengan mempersiapkan diri sebaik mungkin dan mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan," ujarnya.
Melalui penyelenggaraan TKA nan terus disempurnakan, Kemendikdasmen berambisi setiap peserta memperoleh kesempatan nan setara untuk menunjukkan capaian akademiknya sebagai bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang nan lebih tinggi. (E-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·