Pencarian Rombongan Jurnalis di Selat Sunda: Tim SAR Perluas Penyisiran Udara dan Laut

Sedang Trending 9 jam yang lalu
 Tim SAR Perluas Penyisiran Udara dan Laut Personel Basarnas bersiap menerbangkan pesawat nirawak saat pencarian kapal sigap nan lenyap kontak di Perairan Selat Sunda, pekan lampau .(Antara/Putra M Akbar)

TIM SAR Gabungan memasuki hari ketujuh operasi pencarian lima wartawan dan tiga kru kapal sigap nan lenyap kontak di Perairan Selat Sunda, Banten. Pada pencarian Senin (14/9), area operasi resmi diperluas untuk memaksimalkan kesempatan menemukan para korban.

Kepala Sub Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan bahwa total luas area pencarian pada hari ketujuh ini dimaksimalkan hingga mencapai 6.649 nautical mile (NM) persegi.

"Untuk hari ini luas area di arus permukaan air itu seluas 4.586 nautical mile persegi, kemudian untuk luas area pencarian udara itu 2.063 nautical mile persegi," kata Rizky di Pandeglang, Banten, Senin (14/9).

Cakupan wilayah ini meningkat signifikan dibandingkan pencarian pada Minggu (13/9) nan mencakup 6.010 NM persegi. Perluasan titik pantau dilakukan melalui penyisiran jalur laut maupun pemantauan dari udara.

Rizky menambahkan bahwa perkembangan kondisi di lapangan bakal menentukan keberlanjutan operasi kemanusiaan tersebut.

"Untuk perpanjangan ataupun kita hentikan kelak kita lihat dari hasil penyelenggaraan hari ketujuh ini sehingga kelak jadi bahan pertimbangan kita, apakah operasi bakal kita hentikan ataupun diperpanjang," ujarnya.

Dalam operasi ini, sebanyak 18 armada laut dikerahkan dari beragam unsur gabungan:

  •     TNI Angkatan Laut: 3 KRI, 1 KAL, dan 1 RBB.
  •     Polairud: 8 kapal patroli.
  •     Basarnas: 3 KN SAR dan 2 RIB.

Rombongan dilaporkan berangkat menggunakan kapal sigap dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB menuju area Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya lenyap kontak.

Delapan orang nan berada di atas kapal tersebut meliputi lima jurnalis: M. Bagus Khoirunnas (Antara), Ari Basuki (Merdeka), Yudhistiro Pranoto (iNews), Firman Daus (Anadolu), dan Donal Husni (jurnalis lepas). Sementara tiga lainnya ialah Warta (nakhoda), Surakman (ABK), dan Heriyanto (pemandu).

Hingga kini, Tim SAR Gabungan terus menyisir Perairan Selat Sunda dan mengevaluasi setiap petunjuk di lapangan demi mengendus keberadaan seluruh korban. (Ant/P-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia