Jakarta, CNN Indonesia --
Tim SAR gabungan telah bergerak mencari lima wartawan nan lenyap kontak saat meliput aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di perairan Selat Sunda, Selasa (8/9).
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad mengatakan bahwa dalam operasi pencarian sampai Selasa petang pukul 18.15 WIB, tim nan bekerja menjangkau sampai Pulau Krakatau dan Pulau Panjang dengan hasil nihil.
Operasi pencarian diagendakan bersambung pada Rabu (9/9) pagi. Kantor SAR Banten mengerahkan KN SAR Tatuka, Rigid Inflatable Boat (RIB) Banten, dilengkapi peralatan SAR air, medis, dan komunikasi bekerja sama dengan Polairud Polda Banten.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk rencana besok tetap kelak kita memperluas area pencarian lantaran hari ini kita mempelajari rute dari Carita sampai dengan Anak Gunung Krakatau. Seperti itu," kata Al Amrad kepada wartawan, dikutip dari Antara.
Direktur Polairud Polda Banten Komisaris Besar Polisi Eko Hartanto mengatakan pencarian bakal dilanjutkan pada Rabu (9/9) pagi dengan melibatkan kapal Basarnas dan unsur lainnya.
Ia mengatakan kapal Basarnas berukuran panjang sekitar 40 meter digunakan lantaran lebih memadai untuk mendukung pencarian di tengah kondisi perairan nan tetap berisiko.
"Kalau itu, mumpuni untuk melakukan pencarian dan radius," kata Eko.
Menurut ia, tim campuran sebelumnya melakukan pencarian di sekitar delapan mil dari Pantai Carita. Namun, kondisi jarak pandang nan terbatas, gelombang tinggi, dan aktivitas erupsi membikin kapal kembali bersandar.
"Jarak pandang satu mil saja. Ada erupsi, gelombang juga tinggi," ujarnya.
Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat nan membawa rombongan wartawan tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) pukul 14.00 WIB untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
Komunikasi terakhir mencatat korban sempat mengirimkan letak terkini kepada rekan wartawan di Lampung pada pukul 14.42 WIB, namun akhirnya lenyap kontak pada pukul 15.04 WIB di titik koordinat diduga 6°14'40.52"S dan 105°40'49.48"T.
Data sementara Basarnas mencatat terdapat sedikitnya tujuh orang nan dalam pencarian, di antaranya pewarta foto LKBN Antara, M Bagus Khoirunnas, Ari Basuki (Merdeka), Yudhis (iNews), Daus (Anadolu), Donal (pewarta lepas/freelance), serta dua orang lainnya nan tetap dalam proses pendataan.
Sementara itu Kabid Humas Polda Banten, Kombes Maruli Ahiles Hutapea mengatakan KN SAR Tetuka juga dikerahkan untuk mencari lima awak media nan lenyap kontak sejak kemarin.
"Pencarian juga didukung dengan penggunaan Kapal Basarnas KN Tetuka nan bergerak dari Dermaga Pelabuhan BBJ Bojonegara menuju wilayah perairan Carita dan selanjutnya ke letak pencarian," kata Maruli.
Pada proses pencarian nan dilakukan hari ini cuaca menuju dan sekitar Gunung Anak Krakatau penuh tantangan lantaran langit gelap dan dipenuhi abu vulkanik.
Kecepatan angin sekitar 16,7 knot, dan tinggi gelombang berkisar 0,4 hingga 1 meter. Sementara itu, terdapat sebaran abu vulkanik dengan jarak pandang sekitar satu mil.
"Kami berbareng Basarnas bakal terus melakukan upaya pencarian secara maksimal dan menyampaikan perkembangan info sesuai hasil di lapangan," ujar Maruli.
(ynd/antara/fra)
55 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·