Pencairan KUR Tembus Rp 112 T, Airlangga Ungkap Omzet UMKM Naik 34%

Sedang Trending 1 minggu yang lalu

Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mencatat realisasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) hingga 30 April 2026 telah mencapai Rp 112,49 triliun alias sekitar 34,41% dari target. Penyaluran KUR dinilai menjadi salah satu motor penggerak ekonomi wilayah dan mendukung pertumbuhan UMKM.

Airlangga mengatakan, pemerintah menyiapkan plafon KUR sebesar Rp 300 triliun pada 2026. Berdasarkan hasil monitoring pemerintah, UMKM nan memperoleh KUR mengalami kenaikan omzet hingga 34%.

"Kemudian nan mengenai dengan UMKM tentu ini sangat menunjang daerah. Ini mendukung UMKM, omzetnya naik 34% setelah memperoleh angsuran upaya rakyat.Kita siapkan angsuran upaya rakyat sekitar Rp 300 triliun," kata Airlangga dalam aktivitas Konferensi Nasional Pengembangan Ekonomi Daerah (KNPED) Tahun 2026, Jakarta, Senin (25/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berdasarkan wilayah, penyaluran KUR terbesar tetap terkonsentrasi di Pulau Jawa dengan nilai mencapai Rp 48,81 triliun alias sekitar 50,74% dari total penyaluran nasional. Disusul Sumatera sebesar Rp 23,83 triliun dan Sulawesi Rp 9,53 triliun.

Sementara itu, secara provinsi penyaluran terbesar berasal dari Jawa Tengah sebesar Rp 17,13 triliun, Jawa Timur Rp 15,58 triliun, dan Jawa Barat Rp 10,45 triliun.

Selain mendorong omzet UMKM, penyaluran KUR juga disebut berakibat pada peningkatan pendapatan original wilayah (PAD). Airlangga menyebut PAD wilayah bisa tumbuh sekitar 18-27%.

Dia menjelaskan dari total realisasi KUR tersebut, sekitar Rp 96 triliun disalurkan kepada 1,54 juta debitur. KUR juga disalurkan ke beragam program, salah satunya perangkat dan mesin pertanian (alsintan) sekitar Rp 50 miliar.

"Kemudian alsintan sekitar Rp 50 miliar.Nah penyaluran KUR kudu digenjot dan tentunya ini diharapkan bisa mendorong perekonomian di daerah," tutup Airlangga.

(ily/hal)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance