Penampakan "Induk Segala Bom" Milik AS untuk Bombardir Iran

Sedang Trending 13 jam yang lalu

Militer AS mempertimbangkan penggunaan peledak non-nuklir terbesarnya, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), untuk menyerang Iran.

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). (DOD / AFP)

Militer Amerika Serikat (AS) mempertimbangkan penggunaan peledak non-nuklir terbesarnya, GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB), untuk menyerang Iran. Bom nan dijuluki "induk segala bom" itu masuk dalam opsi serangan militer Washington. (DOD / AFP/File Photo)

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). (DOD / AFP)

Opsi tersebut masuk dalam rencana serangan baru nan disiapkan jika Presiden Donald Trump memerintahkan operasi militer kembali, menurut laporan eksklusif CNN nan mengutip sejumlah pejabat AS. (DOD / AFP/File Photo)

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). (Eglin Air Force Base/Handout via REUTERS)

Sejumlah sumber mengatakan bahwa rencana serangan itu mencakup prasarana daya dan akomodasi nuklir Iran, termasuk letak bawah tanah di Pickaxe Mountain. (Eglin Air Force Base/Handout via REUTERS/File Photo)

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast. (Handout / US AIR FORCE / AFP))

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan, "Presiden Trump tetap membuka semua opsi untuk memastikan Iran tidak bakal pernah mempunyai senjata nuklir." Meski demikian, belum ada keputusan bahwa MOAB bakal betul-betul dikerahkan. (Handout / US AIR FORCE / AFP/File Photo)

GBU-43/B Massive Ordnance Air Blast (MOAB). (Dok. afarmamentmuseum.com)

Pertimbangan tersebut muncul ketika Trump menghadapi tekanan untuk mengakhiri perang nan tidak terkenal di dalam negeri. Di tengah belum adanya kepastian penyelesaian diplomatik, militer AS terus menyiapkan beragam opsi serangan. Namun, sejumlah pejabat mempertanyakan apakah serangan tambahan dapat menghasilkan kemenangan strategis alias justru memperpanjang konflik. (Dok. afarmamentmuseum.com/File Photo)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News
↑