Penampakan Beras Fortifikasi Penuhi Ritel Modern, Dipatok Harga Segini

Sedang Trending 42 menit yang lalu

Beras fortifikasi dijual hingga Rp145.000 per 5 kg, jauh di atas HET. Bapanas menemukan produk bercap fortifikasi nan diduga tak sesuai standar.

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026). (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026). Beras fortifikasi dengan klaim tambahan vitamin dan faedah kesehatan sekarang semakin mudah ditemukan di gerai ritel modern. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Selain label fortifikasi, sejumlah produk juga mencantumkan jenis unik seperti long grain, short grain, hingga pulen. Pantauan CNBC Indonesia, Senin (7/9/2026), beras dengan label mengandung beragam jenis vitamin ini dibanderol Rp98.500 untuk bungkusan 5 kg, alias sekitar Rp19.700 per kg, jauh di atas nilai satuan tertinggi (HET) beras medium dan premdium nan ditetapkan pemerintah. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Di tempat lain, nilai beras dengan beragam klaim serupa juga jauh melampauai HET beras premium dan medium. Sejumlah produk apalagi dijual Rp63.500 hingga Rp72.800 per bungkusan 2,5 kilogram dan ada nan mencapai Rp145.000 per bungkusan 5 kilogram. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Sejumlah beras Premium dipajang di rak salah satu mini market di Kawasan Jakarta, Senin (7/9/2026).

Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025, HET beras medium ditetapkan Rp13.500 per kilogram dan beras premium Rp14.900 per kilogram. Pantauan di sejumlah gerai ritel modern di Jakarta menunjukkan beras nan dijual sesuai HET condong tersedia dalam bungkusan lebih besar. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman menduga sebagian produsen mengalihkan penjualan dari beras premium ke beras fortifikasi untuk memperoleh margin untung lebih besar. Hal ini lah nan jadi dasar adanya dugaan semakin minimnya beras medium dan predimum tanpa embel-embel tertentu di gerai-gerai ritel modern. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Di sisi lain, Amran mengungkapkan adanya temuan sejumlah beras nan dipasarkan sebagai beras dengan fortifikasi, tetapi hasil pemeriksaan awal laboratorium disebut tidak memenuhi standar fortifikasi. Amran mengatakan produk tersebut mencantumkan klaim kandungan vitamin, namun kandungan nan dijanjikan tidak ditemukan dalam pemeriksaan. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Bapanas mencatat nilai beras fortifikasi nan tidak memenuhi syarat rata-rata mencapai Rp23.385 per kilogram, sedangkan nilai beras pembanding sekitar Rp13.689 per kilogram. Selisih nilai tersebut mencapai sekitar Rp9.695 per kilogram dan dinilai berpotensi merugikan konsumen. Amran juga tengah menyelidiki akibat tingginya nilai beras fortifikasi terhadap inflasi. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Stok beras unik dengan kandungan vitamin B6 dan Zinc merek induk ayam pada salah satu toko ritel di Jakarta, Senin (7/9/2026).

Amran menilai selisih nilai nan besar dapat memberikan tekanan terhadap inflasi andaikan produk dengan nilai tinggi tersebut beredar dalam jumlah besar. Terkait hasil pengetesan laboratorium, Amran pada Senin (7/9/2026) mengatakan pemerintah tetap menunggu hasil pemeriksaan dan belum memastikan kapan bakal diumumkan. Ia meminta masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut mengenai dugaan beras fortifikasi nan tidak sesuai dengan klaim pada label. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News