Pemulihan Aceh Pascabencana Dikebut dengan Skema Cash for Work

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Arief Setyadi , Jurnalis-Minggu, 29 Maret 2026 |08:20 WIB

Pemulihan Aceh Pascabencana Dikebut dengan Skema Cash for Work

Pemulihan Aceh pascabencana dikebut dengan skema Cash for Work (Foto: Ist)

JAKARTA – Usai seremoni Hari Raya Idul Fitri 1447 H, pemulihan di Aceh tetap melangkah intensif. Satuan Tugas Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Rehab-Rekon) terus mendorong beragam pekerjaan bentuk di lapangan, termasuk melalui program pembersihan lingkungan dengan skema Padat Karya Tunai alias Cash for Work.

Kegiatan ini bagian dari komitmen berkepanjangan untuk memastikan seluruh wilayah terdampak musibah di Aceh kembali pulih dengan standar nan lebih baik (build back better). Pada tahap awal nan berjalan di akhir Maret ini, aktivitas difokuskan di dua wilayah terdampak, ialah Kabupaten Pidie Jaya dan Kabupaten Aceh Tamiang. Ratusan personel campuran berbareng masyarakat setempat turut dilibatkan dalam pelaksanaannya.

Sebanyak 375 orang terlibat dalam tahap pertama di Kabupaten Pidie Jaya. Mereka berasal dari unsur Satpol PP, Linmas, Relawan Pemadam Kebakaran (Redkar), serta warga. Kegiatan pembersihan dipusatkan di Gampong Meunasah Lhok (Kecamatan Meureudu) dan Gampong Meunasah Raya (Kecamatan Meurah Dua) nan berjalan dari 28 Maret hingga 4 April 2026.

Sedangkan di Kabupaten Aceh Tamiang, sekitar 400 penduduk telah lebih dulu melaksanakan aktivitas serupa sejak 27 Maret hingga 2 April 2026. Program ini tidak hanya difokuskan pada pemulihan kondisi lingkungan, tetapi juga menjadi salah satu langkah untuk memberikan akibat ekonomi langsung kepada masyarakat.

Kepala Posko Wilayah Aceh nan juga Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan (Adwil) Kemendagri, Safrizal ZA, mengungkapkan pemulihan skema Cash for Work bermaksud agar masyarakat merasakan faedah dobel dari proses pembangunan kembali.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com