Pemprov Lampung Dorong Studi Kelayakan Kawasan Industri Energi Katibung

Sedang Trending 2 minggu yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung menandatangani kesepakatan berbareng tentang Studi Kelayakan Pembangunan Multiklaster pada rencana Kawasan Industri Energi Strategis Terintegrasi Katibung. Langkah ini dilakukan untuk mendorong masuknya investasi strategis.

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan oleh Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, dan Direktur Utama PT Menamas Bakti, S. Luddin.

Kesepakatan tersebut menjadi langkah awal percepatan pengembangan area industri daya terintegrasi nan diproyeksikan memberikan faedah besar bagi masyarakat Lampung, mulai dari terbukanya lapangan kerja baru, peningkatan aktivitas ekonomi daerah, hingga penguatan posisi Lampung sebagai pusat industri daya nasional.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mirza menegaskan studi kepantasan merupakan tahapan krusial untuk memastikan seluruh proses pembangunan melangkah secara terukur dan memberikan faedah optimal bagi wilayah maupun negara.

"Tentunya dalam pelaksanaannya kudu dilaksanakan dengan baik, sehingga bisa memberikan faedah bagi Lampung serta Indonesia," ujar Mirza dalam keterangannya, Senin (8/6/2026).

Hal itu disampaikannya usai menandatangani kesepatakan tersebut di Ruang Kerja Gubernur Lampung, Jumat (5/6).

Menurutnya, Pemprov Lampung bakal mengambil peran aktif dalam mengawal proses pengembangan proyek melalui koordinasi dengan kementerian mengenai serta penyediaan support nan diperlukan guna mempercepat realisasi investasi.

Keberadaan area industri daya terintegrasi tersebut dinilai bakal menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi baru di Lampung Selatan dan wilayah sekitarnya.

Selain menciptakan kesempatan kerja selama masa bangunan maupun operasional, proyek ini juga berpotensi mendorong tumbuhnya sektor pendukung seperti jasa logistik, perdagangan, transportasi, perhotelan, hingga upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sementara itu, S. Luddin menjelaskan bahwa persiapan teknologi, pendanaan, dan pemasaran proyek telah siap. Bahkan, rencana pengembangan area tersebut telah menarik perhatian sejumlah perusahaan daya internasional dan mendapat support pendanaan dari Samko Holdings Luxembourg Ltd.

Adapun pemilihan Katibung sebagai letak proyek didasarkan pada kelebihan geografis nan dimiliki wilayah tersebut. Katibung mempunyai pelabuhan alami dengan kedalaman sekitar 24 meter sehingga memungkinkan kapal tanker berukuran sangat besar alias Very Large Crude Carrier (VLCC) bersandar langsung di pelabuhan. Kondisi ini dinilai bisa meningkatkan efisiensi pengedaran daya sekaligus menekan biaya logistik.

Pada tahap awal, area industri tersebut bakal dilengkapi dengan kilang minyak berkapasitas 300.000 barel per hari nan menghasilkan beragam produk energi, seperti LPG, nafta, bensin, bahan bakar pesawat (jet fuel), aspal, dan fuel oil.

Tidak hanya berorientasi pada penguatan ketahanan energi, proyek ini juga mengedepankan aspek keberlanjutan lingkungan. Kawasan tersebut direncanakan mengintegrasikan akomodasi produksi bioetanol nan bakal dicampurkan dengan bahan bakar minyak untuk menghasilkan daya nan lebih ramah lingkungan.

Penggunaan bioetanol tersebut berpotensi menurunkan emisi karbon hingga 60 persen sekaligus membuka kesempatan bagi pengembangan komoditas pertanian sebagai bahan baku daya terbarukan. Kondisi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat Lampung.

Dengan support penuh Pemprov Lampung, pembangunan Kawasan Industri Energi Strategis Terintegrasi Katibung diharapkan menjadi salah satu proyek strategis nan tidak hanya memperkuat investasi dan ketahanan daya nasional, tetapi juga menghadirkan faedah nyata bagi masyarakat melalui peningkatan kesempatan kerja, pertumbuhan upaya lokal, dan kesejahteraan wilayah secara berkelanjutan.

(anl/ega)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News