Garnet dalam bagian meteorit Mars NWA 8171 nan jatuh ke Bumi.(Dok. Robert M. Lavinsky)
SEKELOMPOL intelektual menemukan beberapa butiran garnet dalam bagian meteorit Mars NWA 8171 nan jatuh ke Bumi. Temuan itu disebut sebagai identifikasi pertama mineral garnet dalam sampel dari Planet Merah dan membuka teka-teki baru tentang proses pengetahuan bumi Mars.
Mineral tersebut ditemukan pada batu meteorit nan sekarang tersimpan dalam koleksi Royal Ontario Museum. Keberadaannya memicu pertanyaan lantaran di Bumi, garnet biasanya terbentuk dalam kondisi ekstrem, seperti panas tinggi, tekanan besar, alias perubahan kimiawi tertentu.
Planetolog Tanya Kizovski dari Brock University, Kanada, mengatakan penemuan itu dapat memperluas pemahaman intelektual tentang perubahan nan pernah terjadi di Mars.
“Jenis batuan baru nan mengandung garnet ini dapat memberi kita petunjuk tentang gimana Mars telah berubah sepanjang sejarahnya dan wawasan baru tentang lingkungan antik nan bisa membentuk garnet dan mineral terkait," ungkap Kizovski sebagaimana dilansir dari ScienceAlert.
Sempat Dikira Piroksen
Garnet kerap diasosiasikan dengan warna merah darah nan pekat. Namun, garnet nan ditemukan dalam meteorit Mars ini merupakan jenis andradite nan kaya unsur besi dan berwarna hijau kekuningan.
Warna tersebut membuatnya sangat mirip dengan mineral meteorit lain sehingga sempat tidak terlihat menonjol. Para peneliti awalnya apalagi mengira mineral itu adalah piroksen, mineral nan umum ditemukan.
“Pada awalnya, kami mengira itu adalah mineral nan disebut piroksen, nan sangat umum, tetapi kemudian kami memutuskan untuk melihatnya kembali untuk kedua kalinya,” kata Kizovski.
Analisis lanjutan kemudian mengonfirmasi mineral tersebut sebagai andradite. Jumlahnya sangat sedikit, hanya beberapa butir dalam bagian batuan mini berukuran sekitar 0,8 kali 0,5 milimeter alias lebih mini daripada sebutir biji sesawi.
Petunjuk Sejarah Magma Purba
Meteorit NWA 8171 selama ini menjadi objek krusial bagi intelektual keplanetan. Batu tersebut terdiri atas breksi basaltik, ialah batuan nan terbentuk saat magma mendingin dan mengeras di sekitar gumpalan mineral lain.
Penemuan garnet di dalamnya dinilai krusial lantaran mineral ini dapat merekam kondisi pengetahuan bumi tempat dia terbentuk. Garnet bisa menyimpan info tentang suhu, tekanan, lini masa pembentukan, hingga kandungan kimia lingkungan sekitarnya.
Meski demikian, para peneliti belum mengetahui secara pasti gimana garnet itu terbentuk di Mars. Kemungkinannya tetap terbuka, mulai dari magma nan tidak biasa, proses metamorfosis, hingga dugaan bahwa mineral tersebut berasal dari luar angkasa sebelum menyatu dalam batuan breksi. (Jurnal Geochemical Perspectives Letters/Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·