Sebanyak 8,7 juta liter air bersih telah didistribusikan kepada masyarakat nan kekurangan air saat musim kemarau. Hingga 10 Agustus 2026, pengedaran air dilakukan ke 23 kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jabar Teten Ali mengatakan, tiga wilayah nan mendapat pengedaran air bersih terbanyak ialah Kabupaten Bekasi 3,8 juta liter, Kabupaten Bogor 1,5 liter dan Kabupaten Karawang 595.000 liter.
Besarnya pendistribusian air bersih ke tiga wilayah itu dilakukan dengan pertimbangan banyaknya jumlah penduduk terdampak kekeringan sumber air. Di Kabupaten Bekasi, jumlah penduduk terdampak kekeringan sumber air sebanyak 44.892 orang. Mereka berada di sembilan kecamatan.
Sementara, di Kabupaten Bogor sebanyak 170.892 orang di 30 kecamatan nan terdampak kekeringan sumber air. Adapun, penduduk di Kabupaten Karawang nan mengalami kekeringan sumber air sebanyak 27.553 orang di lima kecamatan.
Total penduduk terdampak kekeringan sumber air di Jawa Barat sebanyak 450.383 orang nan terdiri dari 140.765 kepala keluarga. Mereka berada di 153 kecamatan di 334 kelurahan/ desa.
"Bantuan air bersih kepada masyarakat tak hanya berasal dari BPBD kabupaten/ kota, tetapi juga Baznas, Palang Merah Indonesia (PMI), PDAM, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Selain itu, Kodim, organisasi dan bumi usaha," ujar Teten, Selasa (11/8/2026).
Sementara support BPBD Provinsi Jawa Barat diwujudkan dengan meminjamkan beberapa mobil tangki air untuk penyaluran air bersih di kabupaten kota, terus memetakan dinamika potensi ancaman dan mensosialisasikan upaya mitigasi kekeringan di media sosial serta terus mengkoordinasikan kesiapan air bersih dengan instansi-instansi lain nan mempunyai sumber daya.
Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengucapkan terima kasih kepada para pihak nan telah menyalurkan air bersih kepada masyarakat.
54 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·