PEMKRIS: Wadah Kolaborasi dan Advokasi Tokoh Kristen Lintas Denominasi

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
 Wadah Kolaborasi dan Advokasi Tokoh Kristen Lintas Denominasi Inisiasi Pendirian Perkumpulan Pemimipin & Tokoh Kristen Bersatu di Jakarta. (Kiri: Ronny F. Sompie, Tengah: Yasonna Laoly, Kanan: Bishop Joshua Tewuh)(MI/HO)

DINAMIKA kehidupan berakidah dan kebangsaan di Indonesia saat ini dinilai memerlukan ruang kerjasama nan lebih solid bagi para pemimpin Kristen. Menjawab tantangan tersebut, sekarang datang Perkumpulan Pemimpin & Tokoh Kristen Bersatu (PEMKRIS), sebuah organisasi nan dirancang menjadi wadah sinergi, komunikasi, sekaligus pembelaan bagi tokoh Kristen dari beragam latar belakang.

Gagasan pembentukan PEMKRIS dimatangkan dalam pertemuan para pendiri nan berjalan di Restoran Raja Oci, Tebet, Jakarta Selatan. Organisasi ini diinisiasi oleh Bishop Joshua Tewuh, nan sekarang dipercaya mengemban amanah sebagai Ketua Umum.

Bishop Joshua Tewuh menjelaskan bahwa PEMKRIS diposisikan sebagai "rumah bersama". Wadah ini mempertemukan para pemimpin gereja, akademisi, profesional, pengusaha, hingga tokoh masyarakat untuk membangun kerjasama nan berakibat nyata bagi umat dan bangsa.

“Kami mau menghadirkan sebuah rumah berbareng nan bisa menyatukan beragam potensi, pengalaman, dan pemikiran para pemimpin Kristen sehingga dapat memberikan kontribusi nyata, tidak hanya bagi umat, tetapi juga bagi pembangunan bangsa,” ujar Bishop Joshua nan juga dikenal sebagai Ketua Sinode Gereja Imanuel dan pendiri STALK Jakarta.

Visi, Misi, dan Fungsi Strategis

Dengan semboyan “Jaga, Kawal & Advokasi Kekristenan di Indonesia”, PEMKRIS mempunyai visi menjadi rumah besar lintas denominasi. Fokus utamanya adalah membangun kemitraan strategis dengan pemerintah guna mengawal hak-hak konstitusional masyarakat Kristen sesuai koridor norma nan berlaku.

Untuk menjalankan roda organisasi, PEMKRIS menetapkan enam kegunaan utama sebagai berikut:

No Fungsi Utama PEMKRIS
1 Mitra Pemerintah
2 Katalisator
3 Konektor
4 Negosiator dan Mediator
5 Navigator
6 Promotor Pengembangan Kepemimpinan

Agenda Strategis dan Crisis Center

Sebagai langkah konkret, PEMKRIS telah menyusun sejumlah agenda prioritas. Program tersebut meliputi kaderisasi pemimpin muda, seminar akademik, aktivitas sosial kemanusiaan, hingga pemberdayaan ekonomi umat. Salah satu terobosan krusial nan disiapkan adalah pembentukan Crisis Center.

Pusat jasa ini bakal berfaedah sebagai wadah pengaduan terpadu bagi gereja maupun masyarakat Kristen nan menghadapi hambatan sengketa rumah ibadah, diskriminasi, alias bentrok SARA. Melalui Crisis Center, PEMKRIS bakal melakukan pendampingan norma dan mediasi guna mencari solusi nan tenteram dan konstitusional.

Komitmen Kebangsaan: PEMKRIS menegaskan dukungannya terhadap penguatan moderasi berakidah dan ekspansi perbincangan lintas pemangku kepentingan demi menjaga persatuan nasional.

Saat ini, PEMKRIS tengah merampungkan struktur organisasi nasional nan mencakup Dewan Pengawas, Dewan Pengurus Pusat (DPP), hingga tingkat wilayah (DPD) dan bagian (DPC). Dengan support luas dari beragam tokoh, organisasi ini diharapkan menjadi solusi atas beragam persoalan masyarakat melalui semangat pelayanan dan kebersamaan. (Z-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia