Pemkot Yogya Percepat Penghapusan Bentor, 50 Unit Langsung Dimusnahkan

Sedang Trending 50 menit yang lalu
Pemkot Yogya memusnahkan 50 unit becak motor (bentor) Malioboro untuk diganti dengan becak listrik. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta mempercepat program penghapusan becak motor (bentor) dengan memusnahkan 50 unit bentor sekaligus saat penyerahan 50 becak listrik dari PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daop 6 Yogyakarta, Rabu (3/6).

Wali Kota Yogyakarta, Hasto Wardoyo, menegaskan bahwa setiap pengemudi nan menerima becak listrik wajib menyerahkan bentor lamanya untuk dimusnahkan. Kebijakan ini dirancang agar jumlah bentor terus berkurang dan tidak ada armada baru nan masuk.

"Begitu menerima becak listrik, becak motornya dihancurkan. Harapan saya tidak ada orang nan menambah becak baru dalam corak konvensional," kata Hasto di UPT Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta, Rabu (3/6).

Hingga saat ini, sekitar 260 unit becak listrik telah beraksi di Kota Yogyakarta, berasal dari support pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan sektor swasta. Pemkot menargetkan sekitar 900 bentor nan tetap beraksi seluruhnya digantikan becak listrik dalam dua tahun ke depan.

Pemkot Yogya memusnahkan 50 unit becak motor (bentor) Malioboro untuk diganti dengan becak listrik. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Untuk mempercepat pengadaan, Hasto membuka opsi pembiayaan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

"Harapan saya dalam waktu dua tahun paling telat, 900 itu sudah tergantikan," ujarnya.

Pengendalian jumlah armada dilakukan melalui koperasi pengayuh becak. Data penerima support didaftarkan berasas nama dan alamat sehingga tidak ada penambahan personil baru di luar daftar nan telah ditetapkan.

Penggantian bentor menjadi becak listrik merupakan bagian dari upaya mendukung area ramah lingkungan, terutama di wilayah Sumbu Filosofi dan Malioboro. Kawasan Malioboro ditargetkan bebas bentor pada 2028.

"Dengan langkah begitu cita-cita mewujudkan transportasi nan minim polutan lingkungan bakal tercapai," kata Hasto.

KAI Gelontorkan Hampir Rp1 Miliar untuk Becak Listrik

Pemkot Yogya menyerahkan 50 becak listrik support dari KAI Daop 6 Yogyakarta kepada pengemudi becak motor (bentor) Malioboro, Rabu (3/6). Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Kepala KAI Daop 6 Yogyakarta, Bambang Respationo, menyebut support 50 becak listrik merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) KAI.

"Kami mengalokasikan nyaris Rp1 miliar untuk 50 becak listrik ini. Harapannya KAI tidak hanya datang melayani penumpang, tetapi juga memberi faedah bagi lingkungan," ujarnya.

Bambang menambahkan, support tersebut bakal dievaluasi terlebih dulu lantaran merupakan produk baru nan tetap memerlukan penyempurnaan. KAI membuka kesempatan untuk melanjutkan support serupa di masa mendatang.

Pengemudi Bentor: Lebih Murah, Tak Perlu Beli Bensin

Sugiyo Pranoto, salah satu penerima becak listrik. Foto: Pandangan Jogja/Gigih Imanadi Darma

Para pengayuh becak menyambut positif program ini. Sugiyo Pranoto (65), pengayuh becak asal Pandak, Bantul, mengaku terharu meski kudu merelakan bentor nan dipakainya sejak 2015.

"Sedih ya, tapi suka sekali, dapat nan lebih baik," katanya.

Sugiyo, nan telah berprofesi sebagai pengayuh becak sejak 1981, menilai becak listrik bakal memangkas biaya operasional secara signifikan.

"Lebih murah. Sudah untung enggak beli bensin lantaran mahal. Sekarang hanya pakai listrik saja," ujarnya.

Selama menggunakan bentor, Sugiyo menghabiskan sekitar satu liter bensin per hari untuk bekerja sekaligus pulang-pergi dari Bantul ke Kota Yogyakarta. Dengan beranjak ke becak listrik, pengeluaran tersebut dapat ditekan sehingga pendapatannya lebih efisien.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan