, TANJUNGPINANG, – Pemerintah Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, secara resmi menjajaki kesempatan kerja sama investasi dengan perusahaan produsen gula organik dan virgin coconut oil (VCO) nan telah sukses menembus pasar internasional. Penjajakan ini dilakukan langsung oleh Wali Kota Lis Darmansyah saat mengunjungi pabrik milik perusahaan tersebut di Kawasan Industri Candi (KIC), Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa.
Dalam kunjungan tersebut, Lis Darmansyah didampingi oleh jejeran Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang. Mereka meninjau secara langsung proses produksi serta beragam produk unggulan nan dihasilkan perusahaan dengan merek jual beli Manatura. Produk-produk tersebut meliputi gula kelapa, gula aren, dan VCO nan seluruhnya berbasis bahan alami.
"Kami menawarkan mereka untuk berinvestasi ke Tanjungpinang, sehingga pelaku upaya lokal dapat faedah dari kerja sama ini," ujar Lis Darmansyah. Ia menekankan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari upaya pemkot untuk memandang secara dekat pengembangan produk berbasis bahan alami dan organik nan telah sukses menembus pasar global.
Potensi Pasar dan Lokasi Strategis
Wali Kota Lis Darmansyah mengapresiasi penemuan perusahaan dalam mengembangkan produk pangan berorientasi kesehatan. Ia menilai produk-produk tersebut menjadi pengganti krusial bagi masyarakat nan mau memenuhi kebutuhan konsumsi nan lebih sehat. Lebih jauh, Lis memandang potensi besar jika perusahaan ini bersedia membangun pabrik di Tanjungpinang.
"Siapa tahu perusahaan ini mau berinvestasi alias bangun pabrik di Tanjungpinang, lantaran letak kita juga sangat strategis, dekat dengan luar negeri seperti Malaysia dan Singapura," ujarnya. Kedekatan geografis ini dinilai dapat menjadi untung besar untuk memperlancar jalur pengedaran dan ekspor.
Kisah Sukses Manatura Tembus 30 Negara
Sementara itu, Direktur sekaligus pemilik Manatura, Steven Santoso, memaparkan perjalanan bisnisnya nan dirintis sejak tahun 2010. Berawal dari nol, sekarang produk-produknya telah sukses menembus pasar ekspor ke 30 negara, apalagi hingga ke Ghana di Afrika. "Permintaan luar negeri terhadap gula kami sangat bagus, bisa sampai enam kali pengiriman setiap bulannya," kata Steven.
Tingginya permintaan ini, menurut Steven, sejalan dengan meningkatnya kesadaran masyarakat dunia bakal pentingnya menjaga kesehatan dan memilih produk pangan alami. Gula berbahan organik sekarang menjadi salah satu produk nan sangat diminati lantaran dinilai sebagai pengganti pemanis nan diproduksi dengan memperhatikan kualitas bahan baku dan prinsip keberlanjutan.
Steven juga menyambut baik inisiatif kunjungan dari Wali Kota Tanjungpinang. "Kami menyambut baik kunjungan kerja ini sebagai sarana pertukaran info sekaligus pembelajaran dalam mendorong pengembangan produk unggulan wilayah nan mempunyai nilai tambah, berkekuatan saing, serta bisa menjangkau pasar nan lebih luas," ucapnya.
Konten ini diolah dengan support AI.
sumber : antara
1 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·