Pemkot Palu Data Ulang Distributor Pangan Strategis Demi Jaga Stabilitas Harga

Sedang Trending 1 jam yang lalu

, PALU, – Pemerintah Kota Palu melakukan pendataan ulang terhadap para pemasok komoditas pangan strategis. Langkah ini merupakan upaya konkret untuk meningkatkan ketahanan pangan di wilayah tersebut.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Palu, Rahmad Mustafa, menyatakan bahwa inventarisasi ini menjadi dasar krusial dalam penyusunan skema kerja sama. “Kami sedang menginventarisir kembali pemasok pangan, nan beraksi di Kota Palu,” ujarnya di Palu, Rabu.

Pekan depan, Pemkot Palu bakal menggelar pertemuan lanjutan dengan sekitar 32 distributor komoditas pangan strategis. Pertemuan itu bakal konsentrasi menyusun konsep kerja sama antara pemerintah daerah, distributor, dan lembaga teknis terkait.

Jaga Stabilitas Harga dan Perkuat Rantai Pasok Lokal

Kerja sama tersebut bermaksud untuk memastikan kesiapan pasokan pangan bagi masyarakat serta menjaga stabilitas nilai komoditas di tingkat distributor. “Kami mau memastikan kesiapan pangan di Kota Palu, dan mengendalikan nilai di tingkat distributor,” tegas Rahmad.

Selain menjaga stabilitas harga, Pemkot Palu juga berambisi memperkuat rantai pasok pangan lokal. Caranya adalah dengan mendorong hubungan nan lebih erat antara pemasok dan golongan tani setempat.

Dengan skema ini, hasil pertanian lokal diharapkan dapat terserap terlebih dulu untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Palu sebelum didistribusikan ke wilayah lain. Hal ini dinilai bakal sangat mendukung ketahanan pangan lokal.

Rahmad menambahkan, koordinasi dengan pemasok dan petani sebenarnya sudah melangkah melalui dinas terkait. Namun, forum berbareng pekan depan diharapkan dapat menyatukan komitmen semua pihak untuk mendukung ketahanan pangan daerah.

Distributor nan bakal dilibatkan berasal dari beragam sektor komoditas strategis, seperti minyak goreng, telur, daging ayam, dan kebutuhan pokok lainnya nan berkedudukan vital dalam menjaga stabilitas pasar.

Rahmad menegaskan bahwa langkah ini murni merupakan antisipasi dan penguatan kerja sama, bukan lantaran adanya gangguan pasokan alias lonjakan nilai pangan di daerah. “Ini bukan lantaran ada masalah. Kami menjaga agar kondisi nilai pangan nan terjangkau dan stabil ini tetap terpelihara,” harapnya.

Konten ini diolah dengan support AI.

sumber : antara

Selengkapnya
Sumber Republika Nasional
Republika Nasional