Konferensi pers Pemerintah Kota Padang.(Dok. MI)
PEMERINTAH Kota Padang terus memperkuat investasi di sektor sumber daya manusia melalui skema pendidikan vokasi berbasis kebutuhan industri. Langkah terbaru dilakukan dengan menjalin kerja sama berbareng Politeknik Kirana untuk membuka 40 bangku beasiswa pendidikan vokasi bagian penerbangan bagi generasi muda Kota Padang, komplit dengan kesempatan kerja setelah lulus.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Pemerintah Kota Padang dan Politeknik Kirana di Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, kemarin.
Program ini dinilai menjadi terobosan krusial lantaran tidak hanya memberikan akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan lulusan terserap di bumi kerja, khususnya pada ekosistem industri penerbangan Lion Group.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menyampaikan apresiasi atas komitmen Politeknik Kirana nan menyediakan danasiwa dengan agunan penempatan kerja.
Menurut Fadly, program ini selaras dengan visi pembangunan SDM unggul melalui program unggulan Padang Juara, nan menitikberatkan pada peningkatan kualitas pendidikan dan daya saing generasi muda.
“Ini kesempatan besar bagi anak-anak Kota Padang. Kami berterima kasih kepada Politeknik Kirana nan telah memberikan danasiwa sekaligus agunan kerja,” ujarnya.
Politeknik Kirana merupakan perguruan tinggi vokasi jenjang Diploma IV nan konsentrasi pada sektor aviasi. Kampus ini mempunyai tiga program studi strategis, ialah Teknologi Rekayasa Pemeliharaan Pesawat Udara, Teknologi Rekayasa Avionik, dan Logistik Industri Penerbangan.
Ketiga bagian tersebut merupakan sektor nan saat ini sangat dibutuhkan industri transportasi udara nasional, seiring meningkatnya mobilitas penumpang dan ekspansi industri penerbangan.
Tidak hanya mendapatkan pembebasan biaya pendidikan, calon mahasiswa asal Kota Padang juga bakal memperoleh biaya hidup (living cost) selama menempuh studi, nan bakal ditanggung Pemerintah Kota Padang.
Fadly menegaskan support living cost ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah wilayah agar mahasiswa dapat konsentrasi belajar tanpa terbebani biaya operasional selama kuliah.
Melalui program Padang Juara, Pemkot menargetkan pengiriman lulusan vokasi secara berkepanjangan setiap tahun agar dapat mengisi kebutuhan tenaga kerja ahli di beragam sektor strategis.
Pemkot Padang sendiri menargetkan pemberian danasiwa minimal kepada 300 pelajar setiap tahun. Saat ini, sekitar 80 hingga 100 anak telah memperoleh support danasiwa melalui beragam skema.
Menurut Fadly, konsistensi program danasiwa bakal menjadi instrumen krusial dalam memutus rantai keterbatasan akses pendidikan sekaligus mendorong mobilitas sosial masyarakat.
Ia juga mengimbau para pelajar dan orangtua untuk aktif mengikuti info resmi dari kanal pemerintah, terutama mengenai kesempatan beasiswa.
“Jangan sampai info danasiwa terlewat. Ikuti terus info dari Diskominfo dan kanal resmi pemerintah. Anak-anak Kota Padang kudu memanfaatkan kesempatan ini,” pesannya.
Sementara itu, Direktur Utama Politeknik Kirana, Capt. Taufik Hidayat, menyebut institusinya nan berdiri pada 2025 berkomitmen memperluas akses pendidikan vokasi berkualitas.
Menurut Taufik, kuota 40 danasiwa nan diberikan tahun ini diharapkan menjadi langkah awal dari kerja sama jangka panjang berbareng Pemkot Padang.
Ia membuka kesempatan penambahan kuota seiring perkembangan kampus dan meningkatnya kebutuhan tenaga kerja industri penerbangan.
Politeknik Kirana, lanjutnya, juga telah menyiapkan akomodasi pembelajaran nan memadai, termasuk laboratorium, tenaga pengajar profesional, serta mess mahasiswa untuk menunjang efektivitas belajar. (H-3)
“Kami berambisi program ini tidak berakhir di tahun ini. Ke depan, kuota danasiwa bakal terus kami tingkatkan,” katanya.
Kolaborasi antara pemerintah wilayah dan lembaga pendidikan vokasi ini menjadi contoh konkret penerapan konsep link and match antara bumi pendidikan dan bumi industri. Dengan model seperti ini, pendidikan tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga menciptakan tenaga kerja siap pakai nan sesuai kebutuhan pasar.
Bagi Kota Padang, program ini bukan sekadar pemberian beasiswa, melainkan investasi jangka panjang untuk melahirkan SDM unggul nan bisa bersaing di sektor industri strategis nasional. (H-3)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·