Pemkot Jaksel Buru Ikan Sapu-sapu di Saluran Penghubung Setu Babakan

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta -

Pemerintah Kota Jakarta Selatan (Pemkot Jaksel) bakal memburu ikan sapu-sapu di saluran penghubung (Phb) Setu Babakan, Jagakarsa. Kegiatan itu bakal digelar besok.

"Besok, rencana aktivitas operasi penangkapan ikan sapu-sapu serentak se-DKI Jakarta, untuk wilayah Jakarta Selatan penyelenggaraan di saluran Phb Setu Babakan," ujar Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Selatan Arief Prakoso saat dihubungi, Kamis (16/4/2026).

Arief menuturkan perburuan ikan sapu-sapu digelar besok mulai pukul 8.00 WIB. Selanjutnya ikan sapu-sapu bakal dimusnahkan dengan langkah dikubur.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemudian sekitar pukul 09.30 WIB bakal dilakukan pemusnahan dan penguburan ikan sapu-sapu hasil tangkapan," jelasnya.

Arief menyebut, aktivitas memburu ikan sapu-sapu ini bakal melibatkan beberapa lembaga mulai Sudin KPKP Jaksel, Pusat Produksi Inspeksi dan Sertifikasi Hasil Perikanan (PPISHP) DKI Jakarta, Suku Dinas Sumber Daya Air (Sudin SDA) Jakarta Selatan. Kemudian Unit Pelaksana Kebersihan (UPK) Badan Air Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Srengseng Sawah, Kecamatan Jagakarsa dan ⁠Unit Pengelola Kawasan (UPK) Perkampungan Budaya Betawi (PBB) Setu Babakan.

Gubernur Jakarta Pramono Anung sebelumnya menginstruksikan pembersihan ikan sapu-sapu dilakukan secara serentak di lima wilayah kota manajemen di Provinsi Jakarta. Aksi ini dijadwalkan berjalan pada hari Jumat mendatang.

"Besok lusa pada hari Jumat pagi secara serentak seluruh lima kota nan ada di Jakarta bakal mengadakan aktivitas pembersihan ikan sapu-sapu," kata Pramono di Balai Kota Jakarta, Rabu (15/4).

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu tidak hanya mengganggu lingkungan, tapi juga rawan jika dikonsumsi. Berdasarkan hasil uji laboratorium, kandungan unsur rawan pada ikan itu disebut melampaui periode pemisah aman.

"Dari hasil lab, kadar batasnya itu 0,3 miligram. Ikan ini melampaui itu sehingga rawan jika dikonsumsi. Ada timbal dan lainnya," ujarnya.

Selain itu, ikan sapu-sapu merusak struktur lingkungan perairan. Pramono mengatakan ikan tersebut membikin lubang di tanggul dan tebing sungai sehingga berpotensi merusak infrastruktur.

"Ikan ini menghancurkan tanggul-tanggul, tebing-tebing. Dia juga menyantap ikan lokal kita, apalagi sampai telur-telurnya," jelasnya.

Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan jenis invasif nan berasal dari Amerika Selatan dan telah menjadi masalah di beragam negara. Di kediaman asalnya, ikan ini dikendalikan lantaran dampaknya nan merugikan.

"Ikan ini bisa hidup di segala kondisi, termasuk air nan sangat tidak sehat. Di negara asalnya pun sudah jadi persoalan," ucapnya.

Pemprov Jakarta tidak hanya berfokus pada pengangkatan ikan sapu-sapu, tapi juga membersihkan sedimen dan perbaikan saluran air secara bersamaan. Pramono menegaskan, langkah ini merupakan upaya untuk mengurangi populasi ikan sapu-sapu di perairan Jakarta demi menjaga keseimbangan ekosistem.

"Jadi aktivitas ini tidak semata-mata untuk ikan sapu-sapu, tetapi juga mengangkut sedimen dan memperbaiki saluran air," imbuhnya.

(tsy/idn)

Selengkapnya
Sumber Detik News
Detik News