Pemkot Depok mengalokasikan Rp76 miliar untuk memperbaiki 413 titik jalan.(Dok. Kisar Rajaguguk)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mempercepat perbaikan ratusan titik jalan rusak dan berlubang guna meminimalkan akibat kecelakaan lampau lintas. Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kenyamanan mobilitas penduduk sekaligus mengurai kemacetan di wilayah tersebut.
Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Depok, Teguh Swahyudi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengundang puluhan Direktur Utama perusahaan untuk penandatanganan Surat Perintah Kerja (SPK). Hal ini dilakukan guna memastikan proses pengadaan peralatan dan jasa melangkah sesuai izin nan berlaku.
"Hari ini, kita mengundang puluhan Direktur Utama Perusahaan nan namanya tercantum dalam akta pendirian untuk penandatanganan SPK dengan pemerintah, agar prosesnya sah dan sesuai dengan peraturan pengadaan peralatan dan jasa," ujar Teguh kepada Media Indonesia, Selasa (2/6).
Pada tahun anggaran 2026 ini, Pemkot Depok menggelontorkan biaya sebesar Rp76 miliar dari APBD. Anggaran tersebut dialokasikan untuk memperbaiki 413 titik prasarana nan terdiri dari 399 titik jalan lingkungan, 6 titik jalan kota, dan 8 titik jembatan.
Teguh menjelaskan bahwa seluruh proyek ini ditargetkan rampung pada akhir Desember 2026 dengan lama pengerjaan selama 180 hari kalender. Saat ini, konsentrasi utama rehabilitasi diarahkan pada jalan lingkungan nan tersebar di 63 kelurahan dan 11 kecamatan di Kota Depok.
"Tujuan utama dari rehabilitasi jalan lingkungan adalah meningkatkan keselamatan, kenyamanan, dan aksesibilitas mobilitas warga. Hal ini memastikan jalan tetap layak dilalui dan memperpanjang umur infrastruktur," tambahnya.
Kerusakan jalan lingkungan di Depok umumnya dipicu oleh sistem drainase nan jelek serta pengelupasan material aspal akibat cuaca hujan. Selain jalan lingkungan, perbaikan pada 6 titik jalan kota juga dilakukan melalui sistem pengaspalan oleh pihak ketiga alias kontraktor.
Selain akses jalan, Pemkot Depok juga memprioritaskan perbaikan 8 jembatan untuk membuka akses dan menyambungkan jalur ekonomi antarwilayah nan sebelumnya terhambat. Upaya masif ini diharapkan dapat mempercepat pemerataan ekonomi dan meningkatkan aksesibilitas penduduk terhadap akomodasi publik di tingkat tapak.
Menurut Teguh, perbaikan ini merupakan corak pelayanan nyata nan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. "Selain itu juga untuk melancarkan arus lampau lintas, mencegah penumpukan kendaraan, dan mempercepat distribusi," pungkasnya. (Z-10)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·