Wali Kota Depok Supian Suri (tengah) .(MI/Kisar Rajagukguk-HO)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Depok, Jawa Barat, mengucurkan anggaran subsidi sebesar Rp36 miliar nan berasal dari anggaran pendapatan shopping wilayah (APBD).
Langkah ini diambil untuk menggratiskan biaya pendidikan bagi puluhan ribu siswa nan tidak tertampung di SMP negeri dan kudu berguru di 52 SMP swasta nan tersebar di Kota Depok.
Bantuan nan dialokasikan tersebut menyasar siswa kelas 7 dengan besaran subsidi sumbangan pembinaan pendidikan (SPP) senilai Rp250 ribu per bulan alias setara Rp3 juta per tahun untuk setiap siswa.
Demikian ditegaskan Wali Kota Depok Supian Suri kepada Media Indonesia di kediamannya di area Cilodong, Kota Depok, Sabtu (20/6).
Ia menegaskan, Pemkot Depok bertanggung jawab menanggung SPP puluhan ribu siswa nan tidak lolos seleksi sekolah negeri. Program ini difokuskan pada sekolah swasta nan terjangkau oleh anggaran daerah.
"Pemkot Depok memastikan langkah ini diambil untuk menjamin kewenangan belajar bagi family nan membutuhkan," ujarnya.
KOMITMEN PEMERATAAN PENDIDIKAN
Supian menegaskan bahwa program ini merupakan corak komitmen Pemkot Depok dalam memberikan jasa pendidikan nan merata di Kota Depok.
Penyaluran biaya telah dilakukan melalui kerja sama memorandum of understanding (MoU) pada Juni 2026, dengan konsentrasi utama membantu siswa nan berguru di lembaga pendidikan swasta.
"Bantuan SPP digunakan untuk menanggung biaya pendidikan nan selama ini menjadi beban orang tua, khususnya di lembaga pendidikan swasta," tambahnya.
Ia mengimbau orangtua agar tidak khawatir. Bagi anak nan berguru di sekolah swasta, dipastikan bakal mendapat support operasional untuk pengganti SPP selama menempuh pendidikan di sekolah tersebut.
"Dengan adanya support ini, siswa dari family prasejahtera tetap mempunyai kesempatan untuk berguru di lembaga swasta tanpa kudu terbebani biaya SPP," tegasnya.
BERIKAN KESEMPATAN
Supian Suri menjelaskan, bagi siswa lulusan SD nan mendaftar SMP Negeri namun tidak lolos seleksi pada 4 pilihan sekolah, pemerintah kota tetap memberikan kesempatan lanjutan.
"Mereka dapat memilih sekolah swasta setelah pengumuman seleksi penerimaan siswa baru (SPMB)," ucapnya.
Melalui program sekolah cuma-cuma ini, Supian berambisi dapat memberikan akibat nyata dalam menekan nomor putus sekolah akibat aspek ekonomi di Kota Depok.
"Pemkot Depok mau anak-anak melanjutkan pendidikan baik di sekolah negeri maupun di swasta. Komitmen kami, adalah mewujudkan pembangunan bagian pendidikan nan merata serta meringankan beban biaya pendidikan bagi peserta didik," tuturnya.
Sebagai informasi, saat ini terdapat 35 SMP Negeri di Kota Depok nan didanai melalui biaya support operasional sekolah (BOS) dari pemerintah pusat, serta 52 sekolah swasta nan didanai langsung oleh APBD kota.
"Total sekolah nan didanai biaya BOS dan APBD Kota Depok mencapai sebanyak 87 sekolah," pungkasnya. (KG/P-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·