Wali Kota Bandung Muhammad Farhan (kanan).(Dok Diskominfo Kota Bandung)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bandung memastikan bakal terus mengawasi nilai minyak goreng MinyaKita, di pasaran guna menjaga stabilitas nilai dan mengendalikan inflasi daerah.
Selain itu, Pemkot juga bakal memastikan support pangan dari pemerintah pusat tersalurkan tepat sasaran kepada masyarakat nan membutuhkan.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan Senin (22/6) menyatakan, pengawasan terhadap harga MinyaKita menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga daya beli masyarakat di tengah dinamika nilai kebutuhan pokok.
"Terkait minyak goreng, seperti nan disampaikan Menteri Perdagangan, MinyaKita bukan seluruhnya peralatan bersubsidi. Hanya sekitar 30% distribusinya nan dikendalikan Bulog, sementara 70% mengikuti sistem pasar," paparnya.
Menurut Farhan, kondisi tersebut membikin pemerintah wilayah perlu melakukan pengawasan secara berkala agar nilai MinyaKita di pasar tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) nan telah ditetapkan pemerintah. Karena itu, Pemkot Bandung bakal terus memantau pasar-pasar tradisional maupun saluran pengedaran lainnya untuk memastikan tidak terjadi lonjakan nilai nan memberatkan masyarakat.
"Maka, dalam rangka pengendalian inflasi bakal memastikan nilai mengikuti HET serta memastikan support pangan dari Badan Pangan Nasional sampai kepada masyarakat nan membutuhkan," tandasnya.
Selain pengawasan harga, sebut Farhan Pemkot Bandung juga menyiapkan penyaluran support pangan bagi masyarakat. Bantuan tersebut merupakan program dari Badan Pangan Nasional nan ditujukan untuk membantu family penerima faedah memenuhi kebutuhan pangan pokok.
"Diperkirakan sekitar 60 ribu kepala family di Kota Bandung bakal menerima support tersebut, baik berupa MinyaKita maupun beras SPHP," sambungnya.
Farhan berharap, penyaluran support dapat melangkah lancar dan tepat sasaran sehingga bisa meringankan beban masyarakat, khususnya golongan rentan dan berpenghasilan rendah. (AN/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·